MUNGKID - Tim SAR gabungan melanjutkan operasi pencarian korban banjir lahar hujan di hulu Sungai Senowo, Kabupaten Magelang, Rabu (4/3/2026).
Hingga pukul 09.00, dua dari empat korban yang dilaporkan hilang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Borobudur Arif Yulianyo menjelaskan, operasi pencarian hari ini difokuskan melalui pembagian tiga search and rescue unit (SRU) guna mempercepat proses penyisiran di sepanjang aliran sungai.
"SRU pertama melekat dengan Polresta Magelang untuk kepentingan identifikasi korban," ujarnya di lokasi.
SRU kedua melakukan penyisiran dari lokasi awal terseretnya kendaraan hingga dam 1, sementara SRU ketiga melanjutkan pencarian dari dam 1 hingga dam 2 dan berakhir di bendung.
Pola pencarian ini dilakukan untuk memastikan seluruh titik potensial keberadaan korban dapat terjangkau secara sistematis.
Dari hasil pencarian sementara, dua korban yang ditemukan masing-masing bernama Fuad Hasan, warga Dusun Gedangan, Ngargosoko, Srumbung.
Serta Heru, warga Dusun Krajan, Krinjing, Dukun. Sebelumnya mereka dilaporkan hilang setelah terseret arus banjir lahar hujan.
Sementara pencarian terhadap dua korban lainnya masih terus dilakukan.
"Dari total empat korban yang dilaporkan, hingga pagi ini sudah ditemukan dua korban," kata Arif.
Operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta berbagai komunitas relawan yang tergabung dalam potensi SAR.
Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk mempercepat pencarian sekaligus menjamin keselamatan tim di lapangan.
Baca Juga: Gulung Liverpool di Molineux, Wolves Catatkan Kemenangan Beruntun Perdana Sejak April 2024
Selain menimbulkan korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit.
Data sementara mencatat tiga truk terseret arus sungai, sementara 12 truk lainnya terjebak di lokasi terdampak.
Tidak hanya itu, lanjut Arif, dua unit alat berat juga dilaporkan masih tertimbun material.
"Untuk kendaraan yang terseret ada tiga truk, kemudian 12 truk lainnya terjebak, dan dua alat berat masih terpendam material," jelasnya.
Hingga saat ini, tim SAR masih terus berupaya mengevakuasi korban yang belum ditemukan sekaligus melakukan pendataan lanjutan terhadap dampak kerusakan akibat banjir lahar hujan.
Proses pencarian diperkirakan akan terus berlangsung dengan memperhatikan kondisi cuaca.
Dia mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
Terutama di kawasan sepanjang aliran sungai yang berhulu di lereng gunung, mengingat intensitas hujan di wilayah tersebut masih tergolong tinggi. (aya)
Editor : Iwa Ikhwanudin