MUNGKID - Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan banjir lahar hujan yang menerjang wilayah hulu Sungai Senowo, Kabupaten Magelang.
Hingga Selasa (3/3/2026) malam, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara empat lainnya masih dalam pencarian.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyebut, bencana itu terjadi secara cepat akibat curah hujan ekstrem yang memicu aliran material dari hulu sungai.
"Karena intensitas hujan yang luar biasa tinggi, akhirnya mengakibatkan banjir lahar hujan turun di hulu Sungai Senowo," ujarnya usai rapat koordinasi di kantor BPBD, Rabu (4/3/2026) dini hari.
Dia menyebut, berdasarkan laporan sementara dari BPBD, terdapat satu orang meninggal dunia dan empat lainnya dilaporkan dilang.
Selain itu, enam orang mengalami luka-luka. Dua di antaranya masih menjalani perawatan di RSUD Muntilan, sementara korban lain telah diperbolehkan pulang.
Saat ini, lanjut Grengseng, pemkab menetapkan fokus utama pada penanganan darurat, termasuk pencarian korban yang belum ditemukan.
Operasi penyisiran akan dilanjutkan dengan melibatkan berbagai unsur.
"Nanti mulai pukul 07.30 (pagi ini) BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan akan kembali melakukan penyisiran," bebernya.
Hingga kini, identitas korban yang belum ditemukan masih dalam proses pendataan. Grengseng belum memastikan apakah seluruh korban merupakan warga setempat.
Selain korban manusia, dampak kerusakan juga meluas ke infrastruktur dan permukiman warga.
Sejumlah fasilitas umum dilaporkan rusak berat, termasuk jalan dan jembatan yang menjadi akses utama warga.
"Akses jalan terputus, bahkan ada dua dusun yang saat ini terisolasi," bebernya.
Kondisi tersebut, lanjut dia, menyulitkan mobilitas warga dan distribusi bantuan.
Pemkab masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan tingkat kerusakan secara menyeluruh.
Grengseng melanjutkan, sejumlah kendaraan, termasuk truk, diduga ikut terseret arus lahar.
Namun, jumlah pastinya masih belum dapat dipastikan karena proses evakuasi dihentikan sementara pada malam hari.
"Ada indikasi beberapa truk belum ditemukan. Data pastinya menunggu hasil pencarian lanjutan," tambahnya.
Menanggapi bencana tersebut, anggota Komisi VIII DPR RI Wibowo Prasetyo menyebut telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memastikan dukungan penanganan.
"Kami koordinasikan terkait kebutuhan alat, logistik, dan dukungan lainnya," lontarnya. (aya)
Editor : Iwa Ikhwanudin