KEBUMEN - Masjid Agung Kebumen masih menjaga tradisi buka puasa gratis bagi masyarakat.
Pada bulan Ramadan ini pengurus masjid menyiapkan setidaknya 500 porsi makanan setiap jelang berbuka puasa.
Paket makanan tersebut kemudian dibagikan secara cuma-cuma untuk masyarakat yang datang.
Setiap sore, masyarakat datang memadati area masjid. Mereka rela datang untuk berbuka puasa bersama dengan hidangan yang telah disediakan.
Sembari menunggu waktu berbuka puasa, masyarakat tampak khusyuk mendengarkan kajian yang disampaikan penceramah.
Ketua Yayasan Masjid Agung Kebumen Kyai Ashari mengatakan, antusiasme masyarakat untuk buka puasa bersama terbilang cukup tinggi.
Beragam menu takjil dan makanan lezat selalu habis untuk mencukupi masyarakat yang datang.
"Minimal buat santapan buka puasa kami sediakan 500 porsi," jelasnya kepada Radar Jogja, Kamis (26/2/2026).
Kyai Ashari menjelaskan, program berbuka puasa bersama gratis merupakan salah satu upaya pengelola masjid untuk berbagi kebahagiaan selama bulan Ramadan.
Adapun menu makanan buka puasa disajikan bervariasi setiap hari.
Makanan tersebut dibagikan selepas pengajian rutin hingga menjelang waktu buka puasa tiba. "Menunya gantian. Biasanya kami siapkan tajil dulu, baru makanan berat," katanya.
Diterangkan, sumber pendanaan untuk program buka puasa diambil tidak hanya dari kas masjid, tetapi juga dari para donatur serta partisipasi jemaah masjid.
Dalam pelaksanaannya program buka puasa bersama diatur oleh panitia amaliah Ramadan.
Panitia tersebut dibentuk untuk memastikan kelancaran program, termasuk menyiapkan seluruh kebutuhan buka puasa bersama.
"Hasil dari donatur kami alokasikan untuk buka bersama jemaah masjid," bebernya.
Salah satu jemaah, Fathurohman, 24, mengaku senang berkesempatan dapat menikmati sajian buka puasa di Masjid Agung Kebumen.
Menurutnya program tersebut cukup membantu, terutama bagi masyarakat kurang mampu maupun bagi musafir atau orang yang sedang berpergian.
"Program bagus ya. Saya kesini sekalian momong. Buka puasa dulu, baru main sama anak di Alun-alun," ucapnya. (fid/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita