KEPEDULIAN : Kodim 0709/Kebumen melalui program TMMD Reguler ke-127 di Desa Somagede, Kecamatan Sempor memberikan bantuan kaki palsu kepada 12 penerima manfaat. (M Hafied/Radar Jogja)
KEBUMEN - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 di Desa Somagede, Kecamatan Sempor memfasilitasi bantuan kaki palsu untuk 12 penema manfaat. Bantuan non fisik tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian TNI kepada penyandang disabilitas.
Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Eko Majelistyawan Prihantono mengatakan, TMMD tidak hanya berfokus pada program fisik, tetapi juga nonfisik yang bersifat sosial.
Salah satunya melalui pemberian bantuan kaki palsu bagi masyarakat yang membutuhkan. "Bagi mereka, kaki palsu bukan sekadar alat, tetapi ada secercah harapan baru," ucapnya, Senin (16/2).
Dandim menegskan, progam TMMD reguler di wilayah perbatasan Kabupaten Kebumen ini menjadi simbol.
Di mana pembangunan hendaknya tidak hanya diukur dari panjang beton dan luas bangunan, namun juga dari senyum dan langkah baru masyarakat. Menurutnya, bantuan kaki palsu ini menjadi wujud nyata kemanunggalan antara TNI dan rakyat.
TMMD, lanjut Dandim, diharapkan menjadi jembatan pengabdian TNI yang tidak hanya fokus membangun infrastruktur, tetapi juga membangun harapan dan masa depan masyarakat.
Dari kaki palsu yang diberikan membawa harapan baru agar penerima manfaat mampu menjalani kehidupan lebih mandiri dan percaya diri. "Komitmen kami menghadirkan manfaat langsung buat 12 penyandang disabilitas," jelasnya.
Melalui program TMMD, Kodim 0709/Kebumen menyasar program fisik berupa pekerjaan betonisasi jalan desa sepanjang 1,5 kilometer. Lalu, perbaikan gorong-gorong sebanyak delapan titik.
Program pipanisasi lima titik, perbaikan rumah tidak layak hunin (RTLH) 10 unit dan perbaikan tempat ibadah dua unit. Selain itu pembuatan toilet umum lima unit serta penanaman pohon sebanyak 1.000 batang.
Progam nonfisik diwujudkan melalui penyuluhan, pelayanan, pendampingan dan pembinaan kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Program nonfisik ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan instansi terkait. "Kegiatan selama 42 hari dari persiapan awal sampai selesai. Total anggaran Rp 1,07 miliar," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Sahabat Disabilitas Kebumen (SDK) Teguh Kuatno mengapresiasi TNI yang telah menaruh perhatian lebih terhadap kelompok disabilitas.
Dia menaruh harap komitmen dan semangat TNI untuk peduli disabilitas juga dapat diikuti institusi lain. "Salut ya, karena memang masih banyak saudara disabilitas di Kebumen butuh alat bantu," katanya. (fid)
Editor : Heru Pratomo