Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Obati Rindu Kuliner Magelang, Presiden ke-6 SBY Nikmati Kupat Tahu Pojok, Favoritnya Pakai Telur Dadar dan Kerupuk

Naila Nihayah • Rabu, 11 Februari 2026 | 19:45 WIB
NOSTALGIA: Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono saat menyambangi warung legendaris Kupat Tahu Pojok di Kota Magelang, Rabu (11/2).
NOSTALGIA: Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono saat menyambangi warung legendaris Kupat Tahu Pojok di Kota Magelang, Rabu (11/2).

MAGELANG - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menyambangi warung legendaris Kupat Tahu Pojok di Kota Magelang, Rabu (11/2). Kunjungan ini menjadi momen nostalgia bagi SBY yang memiliki sejarah panjang dengan kota ini. Terutama sejak masa pendidikan militer hingga setelah purna tugas sebagai kepala negara.

 

SBY dan rombongan tiba di Kupat Tahu Pojok sekitar pukul 12.00. Begitu sampai, ia disambut pemilik warung dan digiring menuju meja bagian dalam. Di sana sudah tersaji beberapa piring kupat tahu. Suasana hangat semakin terasa ketika SBY membawa audio dan memutar sejumlah lagu yang dinyanyikan.


SBY mengaku memiliki banyak kenangan di Magelang. Dia pernah menghabiskan empat tahun masa pendidikan di kota itu. Saat menjabat Komandan Korem 072/Pamungkas di Jogjakarta yang juga membawai wilayah eks Karesidenan Kedu, ia juga kerap kembali berkunjung.


Bahkan menjelang masa pencalonannya sebagai presiden, Magelang tetap menjadi satu kota yang sering ia datangi. Di antara berbagai hal yang membekas, kuliner Magelang menjadi satu yang paling dirindukan.


Kupat Tahu Pojok disebut sebagai sajian yang selalu ingin ia nikmati setiap kali datang ke kota itu. Bagi SBY, Kupat Tahu Pojok bukan hanya warung makan, melainkan bagian dari sejarah personalnya bersama Kota Magelang.


"Saya orang Pacitan, tentu cocok juga dengan kupat tahu Pacitan. Tapi kalau di Magelang, ya Kupat Tahu Pojok. Yang lain bukannya tidak enak, tapi di sini lebih jos menurut saya," kelakarnya.
Selain kupat tahu, SBY juga mengenang jajanan masa taruna seperti getuk lindri, getuk trio, hingga getuk yang dulu dikenal dengan sebutan getuk sabun karena teksturnya keras.


Ia menyebut, masa-masa pendidikan militer identik dengan latihan berat dan rasa lapar yang cepat datang. "Kalau taruna latihannya berat, lapar terus. Jadi makan apa saja yang penting kenyang dulu," kenangnya.


Menurut dia, kemajuan Kota Magelang saat ini patut diapresiasi. Namun ia mengingatkan agar perkembangan tersebut tidak mengikis nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.


"Banyak sekali kemajuan Magelang, tapi jangan ditinggalkan nilai-nilai budaya, nilai-nilai lokal, termasuk kuliner, kesenian, kebudayaan, dan sebagainya," tambah suami almarhumah Ibu Ani Yudhoyono ini.


Pemilik Kupat Tahu Pojok, Kuntari, 68 tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mencatat, kunjungan ini menjadi yang ke-9 bagi SBY ke warung tersebut. Tiga kali datang sebelum menjabat presiden dan enam kali setelah purna tugas.


Saat masih menjabat presiden, kata dia, jika SBY berkunjung ke Magelang atau Akmil, kupat tahu biasanya dipesan dan dikirim ke lokasi kegiatan. "Sekarang beliau sudah purna, jadi rawuh langsung ke warung dengan rombongan," tuturnya.


Warung yang berdiri sejak 1942 itu kini telah memasuki generasi ketiga. Kuntari menyebut, saat usaha itu mulai dirintis, ia masih sangat muda. "Sekarang mungkin generasi ketiga. Tahun 1942 berdiri, saya waktu itu masih ABG," sambungnya.


Harga seporsi kupat tahu saat ini Rp 17 ribu. Jika ditambah telur dadar menjadi Rp 22 ribu. Untuk kemasan boks bawa pulang, pelanggan cukup menambah Rp 2 ribu.


Dalam kunjungan terbarunya ini, SBY memesan kupat tahu lengkap dengan telur dan kerupuk, yang menjadi menu favoritnya. Kuntari menyebut, SBY memang menyukai kerupuk yang disajikan bersama kupat tahu.


Suasana warung siang itu pun terasa berbeda. SBY membawa perangkat sound system dan memutar rekaman lagu-lagu yang pernah dinyanyikan. Audio itu membuat ruangan sederhana itu mendadak meriah.


Bagi keluarga besar Kupat Tahu Pojok, perjalanan panjang melayani SBY sejak sebelum menjadi presiden hingga kini menjadi kebanggaan tersendiri. "Kami merasa bersyukur diberi kesempatan menyajikan kupat tahu untuk beliau sejak sebelum sampai setelah selesai menjadi presiden. Kami bersyukur dan senang sekali," ujarnya. (aya/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#kupat tahu #Magelang #SBY #Budaya #Presiden Ke 6 RI #nostalgia