KEBUMEN - Sebuah mobil bertuliskan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengalami kecelakaan tunggal di Desa Clapar, Karanggayam Jumat (6/2) sore. Mobil berwarna putih polos berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) itu menabrak pagar SDN 1 Clapar hingga roboh. Namun saat akan ditolong warga, sopir justru mengamuk.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Wilayah Jogja dan Jawa Tengah Selatan Harsono Budi Waluyo menegaskan, aksi tersebut merupakan pelanggaran berat sehingga yayasan bersama SPPG telah memberikan sanksi tegas kepada sopir. "Yang bersangkutan sekarang sudah dikeluarkan dari relawan," jelasnya saat dikonfirmasi Radar Jogja Minggu (8/2).
Budi menyatakan, banyak pertimbangan sehingga yayasan bersama SPPG terpaksa memberhentikan sopir tersebut dari status relawan. Pertama, terjadinya insiden di Desa Clapar dilakukan di luar jam operasional kerja. Hal ini tentu menyalahi aturan yang telah ditetapkan.
Selain itu, penggunaan fasilitas SPPG berupa mobil distribusi MBG juga dilakukan relawan tanpa sepengetahuan SPPG. "Sudah ada MoU, fasilitas mitra tidak boleh digunakan selain keperluan operasional," tegasnya.
Lebih fatal lagi, kata Budi, tindakan yang dilakulan sopir terjadi akibat pengaruh obat-obatan. Berdasar hasil penelusuran diketahui relawan tersebut sebelumnya mengonsumsi obat batuk dengan takaran dosis tinggi. "Dari hasil analisis dan rangkaian kronologi, sopir itu ternyata di bawah pengaruh obat-obatan," ungkapnya.
Sopir tersebut diketahui bernama Ajis Setyo Wihantoro, 39. Dia sempat mengambil kunci mobil dari area SPPG di Desa Wonotirto, Kecamatan Karanggayam sekitar pukul 16.30. Mobil disrtribusi MBG jenis Daihatsu Grand Max dengan nomor polisi F 8421 MA tersebut dibawa Ajis tanpa sepengetahuan staf.
Relawan lain yang melihat kejadian itu sempat beranggapan terduga pelaku akan memperbaiki posisi parkir kendaraan. Namun, setelah mengambil kunci, sopir langsung membawa mobil berwarna putih tersebut dengan kecepatan tinggi. Pelaku berani melakukan tindakan tersebut karena sebelumnya sempat mengonsumsi obat batuk cair sebanyak 20 sachet.
Dalam kondisi tersebut, terduga pelaku menabrak mobil milik warga, merusak mobil yang melintas hingga menabrak gerbang SD Negeri 1 Clapar, Karanggayam. Kejadian ini sontak membuat warga sekitar terkejut dan berupaya memberikan pertolongan.
Namun, karena terduga pelaku dalam kondisi setengah sadar karena di bawah pengaruh obat dosis tinggi, dia mengira warga yang mendekat akan melakukan pengeroyokan. Tak disangka ketika warga berusaha menolong, pelaku justru melakukan pemukulan terhadap seorang warga. Hal ini kemudian memicu emosi warga sekitar.
Pelaku juga terus mengamuk ketika warga berupaya menenangkan. Situasi tersebut baru dapat tertangani setelah aparat keamanan bersama perwakilan SPPG, yayasan, beserta tokoh masyarakat ikut turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan. "Orang sini jengkel, lha mau ditolong malah mukul gak jelas," ucap saksi di lokasi kejadian, Winarti.
Plh Kapolsek Karanggayam Ipda Samun mengatakan, insiden kecelakaan tunggal sekaligus aksi pemukulan warga oleh sopir SPPG sudah tertangani dengan baik. Permasalahan tersebut kini telah selesai dengan cara kekeluargaan. Terduga pelaku telah menyatakan bersalah dan bersedia menanggung seluruh kerugian akibat insiden tersebut. Termasuk memberikan biaya pengobatan medis bagi warga yang terluka. "Selesai setelah ada mediasi. Sekarang situasi pasca-kejadian sudah kondusif," tandasnya.
Dia mengungkapkan, pada saat kejadian warga sekitar memang sempat tersulut emosi atas sikap arogan sopir tersebut. Namun ketegangan mulai meredam ketika petugas bergerak cepat mendatangi lokasi. Terduga pelaku kemudian diamankan guna menghindari amukan massa. "Pada sore itu warga sudah berkumpul. Terduga pelaku langsung kami bawa ke polsek," urainya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita