KEBUMEN - Pemkab Kebumen telah menganggarkan Rp 161 miliar untuk mendorong program pemerataan infrastruktur. Alokasi anggaran daerah itu akan difokuskan untuk perbaikan jalan dan jembatan.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kebumen Kurnia Hadi menegaskan, penyertaan anggaran mencapai Rp 161 miliar tidak lain tujuannya untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Dengan begitu diharapkan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini masih membutuhkan peningkatan kualitas infrastruktur dasar.
"Anggaran segitu buat banyak titik ruas jalan. Hampir merata ya," katanya saat ditemui Radar Jogja, Kamis (4/2).
Kurnia menyebut, pemerataan program infrastruktur ini akan menyasar 23 kecamatan di Kabupaten Kebumen. Dari anggaran yang tersedia tersebut nantinya bakal dialokasikan untuk perbaikan 69 titik ruas jalan.
Secara rinci anggaran sebesar Rp 161 miliar itu akan digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari rehabilitasi jalan, peningkatan kualitas jalan penghubung hingga perbaikan jembatan.
"Khusus untuk jalan, ada sekitar Rp 122 miliar. Sisanya untuk jembatan dan sarana lain," jelasnya.
Kurnia menerangkan, pemenuhan layanan dasar di bidang infrastruktur tahun ini masuk dalam skala prioritas program pemerintah daerah.
Menurutnya dari kondisi infrastruktur yang layak akan berdampak terhadap kelancaran mobilitas warga, distribusi hasil pertanian serta akses layanan pendidikan dan kesehatan.
Di satu sisi, program pemerataan infrastruktur ini juga bertujuan untuk memperkuat daya saing daerah. Ujungnya berpengaruh pada tingkat kesejahteraan masyarakat secara merata.
"Sekarang sudah mulai review. Akhir Februari diharapkan on progres semua," ungkapnya.
Ketua Fraksi PKB DPRD Kebumen Solichudin meminta penyertaan APBD tahun 2026 agar diselaraskan dengan tema pembangunan daerah yang menyangkut bidang infratruktur.
Fraksi PKB sendiri mendorong proses pembagunan infratstruktur dapat merata hingga menjangkau wilayah pelosok. "Percepatan pembangunan wilayah sulit kami minta diprioritaskan," jelasnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo