Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rasa Telur Puyuh Saus Mentega Tak Enak, Puluhan Siswa SMPN 10 dan SMAN 3 Magelang Keracunan usai Santap MBG

Naila Nihayah • Jumat, 23 Januari 2026 | 19:29 WIB
Ilustrasi mual akibat keracunan, belasan warga Klimpit sakit diare hingga muntah-muntah, Selasa (3/4).
Ilustrasi mual akibat keracunan, belasan warga Klimpit sakit diare hingga muntah-muntah, Selasa (3/4).

 

MAGELANG - Puluhan siswa SMP Negeri 10 dan SMAN 3 Magelang mengalami gangguan kesehatan berupa diare, mual, dan sakit perut setelah mengonsumsi menu makanan bergizi gratis (MBG) pada Rabu (21/1). Sekolah pun menghentikan sementara distribusi MBG sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari dinas kesehatan.

Kepala sekolah SMPN 10 Magelang Sri Mulyani menjelaskan, gejala awal mulai dirasakan oleh seorang siswa pada Rabu siang yang mengeluh sakit perut dan ditangani di UKS.

Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah siswa yang mengeluhkan kondisi serupa terus bertambah hingga siang hari.

"Tetapi semakin siang, muncul beberapa siswa lain dengan gejala yang sama, bahkan ada yang muntah dan diare," ujar Sri Mulyani saat dikonfirmasi, Jumat (23/1).

Menurut Sri Mulyani, total terdapat sekitar 70 siswa dari kelas VII hingga IX yang mengalami gejala gangguan pencernaan. Selain siswa, lima orang guru dan karyawan sekolah juga dilaporkan mengalami diare setelah mengonsumsi menu yang sama. Sehingga total ada 75 orang.

"Gejala yang muncul rata-rata diare, mual, dan muntah. Reaksinya bermacam-macam dan tidak langsung, sekitar 12 jam setelah makan," jelasnya.

Menu MBG yang dikonsumsi pada hari tersebut terdiri dari nasi, telur puyuh saus mentega, cah pokcoy, tempe kremes dan tempe krispi, tahu, sosis, serta buah semangka potong. Karena kejadian itu, sekolah menghentikan sementara distribusi MBG pada Jumat dan mengimbau siswa untuk membawa bekal dari rumah.

"Anak-anak diminta membawa bekal sendiri sambil menunggu hasil pemeriksaan dari dinas kesehatan. Kami belum bisa menyimpulkan apa pun sebelum hasil lab keluar," tegasnya.

Pj Sekda Kota Magelang Larsita menyampaikan, hasil sementara investigasi dugaan keracunan makanan yang dilakukan oleh dinas kesehatan Kota Magelang bersama Puskesmas Magelang Tengah.

Larsita menjelaskan, laporan dugaan keracunan baru diterima pada Kamis (22/1) pukul 11.30, meskipun gejala mulai dirasakan sejak Rabu malam.

Setelah laporan masuk, tim langsung melakukan penyelidikan epidemiologi ke SMPN 10 serta investigasi lingkungan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rejowinangun Utara.

"SPPG mendistribusikan sebanyak 1.853 porsi makanan ke tiga sekolah, yakni SD Rejowinangun Utara 5, SMPN 10, dan SMAN 3 Magelang," kata Larsita.

Berdasarkan hasil investigasi sementara, menu yang paling dicurigai sebagai penyebab keracunan adalah telur puyuh saus mentega. Dari hasil wawancara, sekitar 24,08 persen responden menyatakan rasa telur puyuh tidak enak.

Selain SMPN 10, surveilans Puskesmas Magelang Tengah juga menerima laporan adanya siswa SMAN 3 Magelang yang mengalami keluhan serupa setelah mengonsumsi MBG pada hari yang sama. Hingga Jumat (23/1) pukul 08.00, tercatat 946 responden telah mengisi kuesioner, dengan 263 orang dilaporkan sakit.

Gejala dominan yang muncul meliputi sakit perut (88 persen), diare (74 persen), dan perut melilit (58 persen). Dinas kesehatan Kota Magelang telah mengambil sampel makanan dan air untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah dan dilanjutkan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di Semarang.

"Proses investigasi masih berjalan. Kami juga akan melanjutkan pemeriksaan terhadap penjamah makanan, analisis data, serta menetapkan status dan respon setelah seluruh hasil laboratorium diterima," ucapnya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#telur puyuh #keracunan mbg #Menu MBG #SMPN 10 #Magelang #dinas kesehatan #SMAN 3 #Muntah dan Diare #sri mulyani #labolatorium