Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pisang hingga Ikan Tongkol Digondol Maling, Pedagang Pasar Pagi Kebumen Resah, Minta Petugas Pasang CCTV

Muhammad Hafied • Kamis, 22 Januari 2026 | 08:25 WIB
DIBERI IMBAUAN: Kepala UPTD Pasar 2 Kebumen Mulyadi memberikan imbauan kepada pedagang Pasar Pagi Kebumen untuk tidak meninggalkan barang di area pasar Rabu (21/1).
DIBERI IMBAUAN: Kepala UPTD Pasar 2 Kebumen Mulyadi memberikan imbauan kepada pedagang Pasar Pagi Kebumen untuk tidak meninggalkan barang di area pasar Rabu (21/1).

KEBUMEN - Para pedagang Pasar Pagi Kebumen dibuat resah karena belakangan ini marak terjadi aksi pencurian. Sebagai antisipasi mereka meminta pengelola pasar melalui dinas terkait segera memasang kamera pengawas atau CCTV.

Pedagang buah Sarjinem, 50, mengaku sempat kehilangan barang dagangan yang tergeletak di area lapak. Meski jumlahnya tak begitu banyak, aksi pencurian yang sempat menimpa pedagang tidak boleh terus dibiarkan. "Punya saya yang hilang pisang. Lebih baik pasang CCTV saja," ujarnya saat ditemui Rabu (21/1).

Pedagang menilai minimnya pengawasan menjadi salah satu faktor maraknya aksi pencurian. Oleh karena itu, butuh upaya agar kejadian serupa tidak terulang. Pemasangan CCTV di beberapa titik strategis diyakini pedagang dapat mencegah tindak kejahatan. Termasuk dapat membantu mengidentifikasi terduga pelaku pencurian. "Misal harus iuran buat pasang CCTV, kami mau kok. Yang penting aman," kata Sarjinem.

Keluhan sama disampaikan Sriyati, 60, pedagang yang setiap hari menjual ikan. Menurutnya aksi pencurian yang kerap terjadi perlu menjadi catatan dinas terkait. Dia meminta ada solusi demi menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung pasar. "Barang saya hilang itu ikan tongkol. Mungkin ada tiga kiloan," ucapnya.

Dia mengungkapkan, aksi pencurian terjadi ketika pedagang tak berada di lokasi. Tepatnya ketika jam operasional pasar telah selesai. Diketahui pencuri melancarkan aksinya dengan memanfaatkan situasi pasar yang sedang sepi. "Ada yang pernah lihat, kejadian waktu tengah malam," jelasnya.

Kepala UPTD Pasar 2 Kebumen Mulyadi tak menampik adanya peristiwa pencurian di kompleks pasar. Dia menjelaskan, terjadinya aksi pencurian tak lepas karena beberapa faktor. Seperti kondisi bangunan pasar bersifat terbuka. Hal ini membuat orang leluasa keluar dan masuk pasar. “Di sini juga tidak ada petugas keamanan," katanya.

Mulyadi mengatakan, sebelum aksi pencurian kerap terjadi, pihaknya sudah berulang kali mengingatkan agar pedagang tidak meninggalkan barang di pasar. Sebab pada prinsipnya, pedagang pasar rakyat tidak diperbolehkan meninggalkan barang maupun peralatan untuk berjualan. Larangan ini sebagaimana diatur dalam Pasal 26 pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Pasar. "Namanya pasar, itu bukan tempat penitipan barang," ucapnya.

Dia menyebut, total ada 600 pedagang di Pasar Pagi Kebumen. Pihaknya mengaku kerepotan jika harus mengawasi barang milik pedagang satu per satu. Terkait pemasangan CCTV, rencananya akan segera dipasang dalam waktu dekat karena sudah masuk program perencanaan APBD murni 2026. "Kami tidak punya anggaran. Yang punya dinas. Soal CCTV sudah diusulkan tahun kemarin," urainya. (fid/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#UPTD Pasar 2 Kebumen #ikan tongkol #CCTV #apbd murni #Pisang #pedagang #Pasar Pagi Kebumen #Pencurian