MAGELANG — PMI Kota Magelang mencatat ketersediaan stok darah masih bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu. Berdasarkan data per Selasa (13/1), sejumlah golongan darah dan komponen darah tertentu memerlukan perhatian agar kebutuhan pasien di rumah sakit tetap terpenuhi.
"Stok darah ini sifatnya dinamis. Bisa berubah setiap saat tergantung kebutuhan rumah sakit dan jumlah pendonor yang datang," ujar Ketua PMI Kota Magelang Suryantoro, Selasa (13/1).
Berdasarkan data UDD PMI Kota Magelang, untuk golongan darah A, ketersediaan darah lengkap atau whole blood (WB) tercatat sebanyak 18 kantong. Sementara itu, komponen packed red cell (PRC) tersedia 32 kantong, thrombocyte concentrate (TC) delapan kantong, leucodepleted (LEU) dua kantong, dan fresh frozen plasma (FFP) enam kantong.
Untuk golongan darah B, stok WB tercatat 12 kantong, PRC 45 kantong, TC tujuh kantong, LEU tiga kantong, serta FFP sembilan kantong. Meski beberapa komponen masih mencukupi, antisipasi tetap diperlukan mengingat permintaan darah golongan B relatif stabil setiap harinya.
Sementara itu, golongan darah O masih menjadi stok terbanyak. Terutama pada komponen WB yang mencapai 148 kantong. Adapun PRC tersedia 42 kantong, TC satu kantong, LEU tiga kantong, dan FFP dua kantong.
Kendati stok WB tergolong aman, PMI tetap mengimbau masyarakat bergolongan darah O untuk rutin mendonorkan darahnya guna menjaga kesinambungan stok.
Adapun golongan darah AB menjadi salah satu yang perlu perhatian lebih. Stok WB tercatat hanya tiga kantong, PRC delapan kantong, TC enam kantong, LEU tiga kantong, dan FFP tujuh kantong.
Keterbatasan stok WB golongan AB berpotensi berdampak pada pelayanan transfusi apabila terjadi lonjakan kebutuhan mendadak.
Suryantoro menjelaskan, kebutuhan darah di rumah sakit tidak hanya bergantung pada golongan darah. Tetapi juga jenis komponen darah yang dibutuhkan pasien, mulai dari darah lengkap, sel darah merah pekat, trombosit, hingga plasma.
Baca Juga: Punya Banyak Prestasi? Ini 3 Rahasia Mendapatkan Golden Ticket Masuk Unair, Masuk Kuliah Jalur Cepat
"Kebutuhan pasien berbeda-beda. Ada yang membutuhkan trombosit, ada yang plasma, dan ada yang darah lengkap. Karena itu kami terus mengajak masyarakat untuk berdonor secara rutin," katanya.
Suryantoro juga mengajak masyarakat yang sehat dan memenuhi syarat untuk tidak menunda donor darah, mengingat satu kantong darah dapat menyelamatkan lebih dari satu nyawa. "Donor darah adalah bentuk kepedulian sosial yang nyata," lontarnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo