KEBUMEN - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut anggaran pemerintah pusat untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG) cukup fantastis. Dia menghitung rerata dapur MBG atau SPPG selama setahun mendapat kucuran anggaran hingga mencapai Rp 11 miliar.
Dadan mengatakan, total dapur MBG di Kebumen telah mencapai 142 dapur dari target 190 dapur. Artinya sudah di angka 75 persen. Jumlah tersebut diprediksi masih akan bertambah seiring banyaknya penerima manfaat.
"Dengan jumlah SPPG sebanyak itu, satu SPPG akan mengelola uang antara Rp 10 miliar-Rp 11 miliar per tahun," kata Dadan saat kunjungan kerja di Kebumen, Senin (12/1).
Secara nasional, kata Dadan, BGN menerima alokasi anggaran dari pemerintah senilai Rp 268 triliun dengan dana cadangan mencapai Rp 67 triliun, sehingga total anggaran MBG 2026 mencapai Rp 335 triliun. Adapun uang yang beredar per hari dikalkulasi mencapai Rp 855 miliar.
Bahkan, di Mei 2026 mendatang diperkirakan bertambah mencapai Rp 1,2 triliun per hari. Hal ini seiring bertambahnya dapur MBG yang beroperasi.
"Hari ini secara nasional telah terdapat lebih dari 20.300 SPPG dengan total penerima manfaat mencapai 55 juta," bebernya.
Dadan menyatakan, akumulasi anggaran MBG di Kebumen nilainya lebih dari Rp 2 triliun. Dengan kata lain nyaris setara dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 yang senilai sekitar Rp 3 triliun.
Dijabarkan, dari alokasi MBG tersebut terbanyak untuk mencukupi kebutuhan bahan baku. Totalnya mencapai Rp 1,4 triliun atau 70 persen dari anggaran tersedia.
Kemudian, 20 persen anggaran digubakan untuk biaya operasional. Sedangkan sisanya dialokasikan untuk insentif yayasan. "Saya tanya ke bupati, APBD berapa, dijawab Rp 3 triliun. Jadi antara APBD dengan uang BGN hampir sama," ucap Dadan.
Baca Juga: Mendekati Isra Mikraj, Keraton Jogja Akan Adakan Tradisi Yasa Peksi Burak
Khusus di Jawa Tegah telah beroperasi dapur MBG sebanyak 3.300 dari target 3.193 dapur. Dari dapur tersebut mampu melayani 7,5 juta penerima manfaat. Sementara di Kebumen penerima manfaat MBG saat ini tercatat mencapai 368 ribu orang.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyatakan, kedatangan kepala BGN ke Kebumen tentu menjadi motivasi agar bergulirnya program MBG dapat dinikmati berbagai elemen masyarakat.
Ia mengaku senang karena sebaran MBG di Kebumeb seiring berjalannya waktu mulai merata. Menurutnya program skala prioritas nasional tersebut menjadi ikhtiar bersama dalam menyiapkan generasi emas di kemudian hari.
"Kami sambut dengan komitmen. Kami pastikan berjalan tertib, aman dan higienis," ujarnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo