MAGELANG - Pemkot Magelang menggalang dana empati untuk membantu keluarga Syafiq Ridhan Ali Razan, 18 pendaki asal Kota Magelang yang hilang di Gunung Slamet. Donasi itu dihimpun sebagai bentuk solidaritas dan dukungan kepada keluarga korban sekaligus untuk membantu kebutuhan operasional pencarian di lapangan.
Ali diketahui merupakan putra dari Dhani Rusman, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang Catur Budi Fajar Sumarmo menyebut, penggalangan dana dilakukan pada Senin (6/1).
Donasi itu, kata dia, terkumpul lebih dari Rp 55 juta. Dari total dana tersebut, sebesar Rp 50 juta. "Langsung diserahkan pada hari yang sama untuk mendukung kebutuhan di lokasi pencarian di Basecamp Dipajaya, Pemalang," paparnya di Atria Hotel, Rabu (7/1).
Dana itu digunakan untuk berbagai keperluan operasional tim SAR dan relawan yang masih bertahan di lapangan. Sekitar Rp 30 juta dialokasikan langsung untuk mendukung operasi SAR.
Sementara sisanya, lanjut Catur, digunakan untuk membantu kebutuhan warga setempat dan relawan. Termasuk konsumsi dalam kegiatan doa bersama yang digelar warga, serta dukungan logistik bagi posko dan basecamp yang digunakan keluarga korban dan tim pencarian.
"Kami juga membantu kebutuhan dua rumah camp yang digunakan keluarga mas Dhani dan tim SAR, termasuk dukungan untuk BPBD dan kesiapan ambulans," jelasnya.
Sementara itu, sisa dana sekitar Rp 5 juta disiapkan untuk operasional lanjutan. Catur menyebut, apabila masih ada donasi yang masuk, pemkot akan kembali menyalurkannya melalui BPBD atau pihak terkait untuk mendukung kebutuhan di lapangan.
Hingga Selasa pagi, sekitar 83 personel SAR gabungan kembali bergerak melakukan pencarian sporadis. Dipimpin oleh Basarnas dengan melibatkan unsur relawan dan warga setempat. Rabu (7/1) ini merupakan hari terakhir pencarian korban. "Logistik di sana masih sangat dibutuhkan, terutama setelah operasi SAR resmi ditutup," ungkap Catur.
Terkait kondisi keluarga korban, Catur menyampaikan, orang tua Ali berencana kembali ke Magelang pada hari terakhir operasi pencarian. Hingga saat ini, baik relawan maupun warga setempat mengaku masih kebingungan karena belum ada petunjuk yang jelas. "Bahkan indikasi awal seperti bau menyengat yang sempat tercium sebelumnya kini sudah tidak ada," tuturnya.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyampaikan duka mendalam atas peristiwa ini. Damar berujar, pemkot telah membersamai keluarga korban sejak dilaporkan hilang. "Kami juga baru saja melakukan penggalangan dana. Ali adalah putra dari salah satu staf Pemkot Magelang," paparnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo