KEBUMEN - Sejumlah petani di wilayah utara Kebumen mulai bersiap diri menyambut musim panen. Petani memprediksi musim panen durian akan dimulai bulan depan, tepatnya pada pertengahan Februari 2026.
Salah satu petani durian di Kecamatan Sadang Muflihudin, 47, menyatakan, bulan Februari mendatang menjadi titik awal durian khas Kebumen dapat dinikmati di pasaran. Kendati begitu, pola panen diperkirakan berlangsung tidak serentak.
"Dihitung usia buah, Februari harusnya panen. Tapi setiap kebun panen beda karena ada yang masih hijau," ucapnya kepada Radar Jogja Minggu (4/1).
Diungkapkan, periode musim durian tahun ini petani dihadapkan dengan persoalan curah hujan. Kondisi ini cukup berpengaruh karena tanaman durian membutuhkan kadar air dan sinar matahari seimbang. Dia mengatakan, meski kualitas pupuk cukup tidak menjamin tumbuh kembang pohon serta hasil panen mendatang.
"Tingkat kelembapan juga butuh. Kadang terang, kadang hujan itu pengaruhnya ke bunga," ungkapnya.
Dia pun tak bisa memastikan akumulasi hasil panen durian di wilayah Kecamatan Sadang. Namun, untuk jenis durian pada periode panen tahun ini dipastikan komplet, baik untuk durian jenis lokal maupun kualitas durian super.
Dia berharap di tengah cuaca yang tak menentu nantinya dapat menghasilkan buah dengan jumlah dan rasa optimal. "Ada yang lokal, ada yang durian mahal. Petani di sini sudah ngerti kualitas. Coba lihat besok hasilnya seperti apa," bebernya.
Sementara itu, Kepala Desa Kedunggong, Kecamatan Sadang Paimin mengatakan, masa panen durian di wilayah utara Kebumen akan berlangsung pada semester pertama tahun 2026. Dia yang juga petani durian ini optimistis hasil panen tahun ini menjadi kebangkitan durian khas Kecamatan Sadang. "Ya, sebulan lagi. Bulan depan sudah mulai panen perdana," jelasnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita