Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Olah Kopi Merapi-Merbabu di Ketep Brewbagi Sesama, Bayar Seikhlasnya untuk Bencana Sumatra

Naila Nihayah • Sabtu, 27 Desember 2025 | 16:10 WIB

 

Pegiat kopi di lereng Merapi dan Merbabu berbagi kopi dengan konsep bayar seikhlasnya untuk didonasikan kepada korban bencana Aceh dan Sumatra.   
Pegiat kopi di lereng Merapi dan Merbabu berbagi kopi dengan konsep bayar seikhlasnya untuk didonasikan kepada korban bencana Aceh dan Sumatra.  

 

MUNGKID — Para pegiat kopi di lereng Gunung Merapi dan Merbabu memiliki cara tersendiri untuk misi kemanusiaan. Selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), secangkir kopi menjadi medium berbagi, menyatukan kepedulian pengunjung dengan nasib warga terdampak bencana di Sumatra bagian utara (Sumbagut).

Sejak 20 Desember, sekelompok pegiat kopi membuka stan bertajuk 'Ketep Brewbagi Sesama'. Mereka menyeduh kopi lokal dan menyajikannya kepada wisatawan dengan konsep bayar seikhlasnya. Seluruh hasil yang terkumpul dipastikan akan disalurkan sebagai donasi kemanusiaan.

Penjaga stan, Faizin menjelaskan, kegiatan tersebut bukan agenda dadakan. Tradisi berbagi kopi kerap dilakukan setiap kali musim panen raya tiba atau saat ada kebutuhan kemanusiaan yang mendesak. Ketika kabar bencana datang dari Sumatra, mereka sepakat kembali membuka stan di Ketep Pass.

Dengan dua stan yang masing-masing dijaga lima orang, Ketep Brewbagi Sesama menjadi salah satu warna tersendiri di tengah ramainya arus wisatawan. "Kami buka stan sejak 20 sampai 28 Desember nanti. Kopinya kami seduh dan pengunjung membayar seikhlasnya. Semua hasilnya nanti kami donasikan," ujar Faizin saat ditemui, Kamis (25/12).

Selama enam hari pertama pelaksanaan, dana yang terkumpul belum dihitung secara rinci. Mereka memilih menunggu hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai sebelum menghimpun dan mengumumkan total donasi. Namun, Faizin mengakui, jumlah pengunjung mulai meningkat seiring mendekati puncak libur akhir tahun. "Kalau awal-awal masih sepi, tapi hari ini (Kamis, Red) mulai ramai. Biasanya Sabtu dan Minggu memang paling banyak," katanya.

Kopi yang disajikan seluruhnya berasal dari kawasan sekitar Merapi–Merbabu. Untuk seduhan langsung, pengunjung bisa menikmati Arabika dengan metode full wash dan honey, disajikan tubruk atau disaring. Sementara bagi yang ingin dibawa pulang, tersedia kopi kemasan standing pouch, mulai dari Arabika blend hingga Robusta. "Kalau minum di tempat, bayar seikhlasnya. Tapi kalau beli kemasan ada harga, dan itu juga tetap masuk donasi," jelas Faizin.

 Baca Juga: Innalillahi...Pendaki Perempuan Meninggal Dunia akibat Tersambar Petir di Gunung Merbabu

Dia menyebut, minat pengunjung cukup beragam. Wisatawan laki-laki cenderung memilih kopi tubruk atau saring, sementara pengunjung perempuan dan ibu-ibu lebih banyak memesan kopi susu. Meski begitu, tidak ada pencatatan khusus soal nominal yang diberikan setiap orang. "Kami tidak mengatur, tidak melihat, langsung masuk kotak donasi. Intinya ikhlas," imbuhnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pengelola Ketep Pass. Kepala Bagian Pemasaran dan Promosi Ketep Pass Magelang Edwar Alfian menyebut, kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin pegiat kopi di kawasan tersebut. Menurutnya, kegiatan serupa telah dilakukan sedikitnya lima kali setiap kali terjadi bencana. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#aceh #arabika #kopi susu #Donasi #Kopi #robusta #sumbagut #pegiat kopi #lereng merapi #Sumatra #ketep pass