Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pebecak Lansia di Kota Magelang Dapat Becak Listrik dari Presiden, Didorong Jadi Kendaraan Wisata

Naila Nihayah • Sabtu, 27 Desember 2025 | 03:05 WIB
Wali Kota Magelang bersama wakil ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional saat mencoba becak listrik, Jumat (26/12).
Wali Kota Magelang bersama wakil ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional saat mencoba becak listrik, Jumat (26/12).

 

 

MAGELANG – Puluhan tukang becak di Kota Magelang semringah mendapat bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Bantuan itu menyasar pebecak lansia agar tetap bisa bekerja tanpa terbebani tenaga yang kian terbatas.

Tukang becak asal Kampung Bogeman, Samsudiono menjadi satu dari puluhan penerima bantuan. Selama ini, dia menyewa becak untuk mencari nafkah, dengan penghasilan yang tidak menentu. Kehadiran becak listrik, menurutnya, sangat membantu, terutama dari sisi tenaga.

"Rasanya lebih ringan, tidak terlalu capek. Kalau pakai becak biasa, ya tergantung kondisi badan. Sekarang lebih enak," ujar pria 55 tahun itu di Pendopo Pengabdian, Jumat (26/12).


Menurutnya, pemberian becak listrik dipilih karena dinilai paling realistis untuk meringankan beban kerja pebecak. Jika hanya diberi modal usaha, belum tentu para lansia tersebut mampu menjalankannya.

Program ini, kata dia, dirancang untuk menjangkau seluruh Indonesia, meski saat ini masih difokuskan di Pulau Jawa karena keterbatasan produksi. Dari total pesanan 70 ribu unit becak listrik, hingga akhir 2025 baru sekitar 6 ribu unit yang terealisasi dan disalurkan ke sejumlah daerah, termasuk Magelang.

"Produksi memang tidak bisa cepat. Diperkirakan penyelesaian 70 ribu unit ini sampai tahun 2028," jelas Nanik.

Baca Juga: Innalillahi...Pendaki Perempuan Meninggal Dunia akibat Tersambar Petir di Gunung Merbabu

Setiap unit becak listrik diproduksi oleh PT Pindad dengan harga sekitar Rp 22 juta. Dengan total pesanan 70 ribu unit, nilai program ini mencapai sekitar Rp 1,5 triliun. Nanik menegaskan, becak tersebut diberikan untuk dipakai, bukan untuk diperjualbelikan, meskipun secara hukum tidak ada sanksi jika terjadi pelanggaran.

"Sudah ada kejadian becak dijual. Itu yang kami khawatirkan, karena tujuan utamanya untuk menolong kehidupan mereka," tegasnya.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebut, bantuan ini sebagai bentuk nyata pendekatan kemanusiaan dalam kebijakan publik. Dari total 100 unit, sekitar 65 unit telah disalurkan lebih awal, sementara sisanya akan didistribusikan secara bertahap.

Baca Juga: JPO Jogoyudan Jadi Daya Tarik Baru di Wates, Yang Penasaran Bisa Datang Juga Lho...

Becak listrik tersebut tidak hanya digunakan sebagai alat transportasi harian, tetapi juga diarahkan untuk mendukung sektor pariwisata. "Kita dorong jadi becak wisata, salah satunya di Taman Kyai Langgeng dan titik-titik wisata lainnya," paparnya.

Pemkot, lanjut Damar, juga akan menyusun standar operasional prosedur (SOP), termasuk menyikapi persoalan becak sewaan lama yang selama ini digunakan para pebecak.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang Makhmud Yunus mengatakan, dishub telah memberikan pelatihan awal kepada para penerima becak listrik. Ke depan, dishub akan melakukan pembinaan lanjutan, termasuk pengaturan rute, zonasi, serta identitas pengemudi.

Baca Juga: Bertajuk Pasar Godean Bali Kumandange, 20 Karya Fotografi Dipamerkan: Upaya Promosi Pasar usai Revitalisasi

"Kita siapkan ID card, pengaturan rute, dan zonasi supaya tidak terjadi gesekan dengan pengemudi becak lainnya," kata Yunus.

Dishub juga tengah mengkaji penerbitan tanda pengenal kendaraan, seperti peneng atau pelat khusus, mengingat posisi becak listrik berada di antara kendaraan tidak bermotor dan kendaraan listrik. Bahkan, kemungkinan penerbitan surat izin mengemudi khusus juga sedang dibahas.

Baca Juga: Jalur Pantai Baron Diberlakukan Satu Arah, Wisatawan Diminta Tertib dan Waspada

Dalam konsep pengembangan, dishub membagi penggunaan becak listrik menjadi dua kelompok, yakni becak umum dan becak wisata. Becak wisata akan berpangkalan di objek-objek wisata dan memungkinkan melayani rute antar destinasi.

"Tujuannya selain meringankan beban pebecak lansia, juga untuk menata lalu lintas dan meminimalkan konflik di jalan," ungkapnya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#Nanik S Geyang #lansia #Becak Listrik #Magelang #dAMAR PRASETYONO #Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional #Bogeman #Taman Kyai Langgeng #Prabowo Subianto #wali kota #pendopo pengabdian #PT Pindad