Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Geden, Sebelum Ganti Tahun Bayar UGR 100 Bidang Terdampak Tol Jogja-Bawen di Kabupaten Magelang

Naila Nihayah • Jumat, 19 Desember 2025 | 06:45 WIB
ANTRE: Warga menerima uang ganti kerugian karena terdampak proyek pembangunan jalan tol Jogja–Bawen.
ANTRE: Warga menerima uang ganti kerugian karena terdampak proyek pembangunan jalan tol Jogja–Bawen.

 

MUNGKID — Proses pengadaan lahan proyek strategis nasional Jalan Tol Jogja–Bawen menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga pertengahan Desember 2025, realisasi pembebasan lahan telah mencapai sekitar 70 persen. Capaian itu menandai semakin dekatnya proyek konektivitas antarwilayah ini menuju tahap pembangunan penuh.

 

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Tol Jogja–Bawen, Muhammad Fajri Nukman menyebut, pada Kamis (18/12) ini, total ada 47 bidang tanah yang mendapat uang ganti kerugian (UGR) dan tersebar di enam desa lintas kecamatan.

"Secara total, pengadaan tanah Jalan Tol Jogja–Bawen sudah mencapai 70 persen," katanya di Balai Desa Banyusari, Kamis (18/12).

 Baca Juga: Siswa SMP Tewas Tenggelam di Objek Wisata Menoreh River Camp, Kulon Progo, Satu Temannya Selamat

Pembayaran kali ini mencakup lahan seluas sekitar 2,9 hektare dengan nilai UGR kurang lebih Rp 39,6 miliar. Enam desa yang menerima pembayaran meliputi Banyusari, Glagahombo, Grabag, Kalikuto, Sidomulyo, dan Tempak. Dari jumlah tersebut, Desa Banyusari menjadi wilayah dengan bidang terbanyak, yakni 31 bidang.

 

Dia mengatakan, mayoritas lahan yang dibebaskan berupa sawah dan perkebunan yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga. Kondisi tersebut membuat proses pengadaan lahan tidak hanya menyangkut aspek teknis dan administrasi, tetapi juga memerlukan komunikasi intensif agar transisi berjalan tanpa gejolak sosial.

 

Jika dirinci berdasarkan seksi, progres pengadaan tanah menunjukkan capaian yang tidak merata. Seksi 1 hampir rampung dengan realisasi 98,73 persen, disusul seksi 6 sebesar 96,62 persen. Seksi 2 juga mendekati tuntas dengan progres 93,18 persen, sementara seksi 3 telah mencapai 82,64 persen.

 Baca Juga: Jelang Hari Ibu, Ini Tips Memilih Kado Yang Diberikan agar Lebih Bermakna

Adapun seksi 4 berada di angka 63,97 persen dan seksi 5 masih dalam tahap awal dengan capaian 24,66 persen. "Beberapa seksi memang sudah sangat tinggi, tapi ada juga yang masih membutuhkan percepatan. Ini yang terus kami kejar," lontarnya.

 

Upaya percepatan tersebut, kata dia, akan berlanjut hingga akhir tahun. Fajri memastikan masih ada satu agenda pembayaran besar di wilayah Magelang pada 23 Desember 2025. Pembayaran ini disebut sebagai penyaluran terakhir di tahun 2025, dengan jumlah bidang yang cukup banyak. Sekitar seratus bidang.

 

Meski demikian, pengadaan lahan tidak berhenti di akhir tahun. Pemerintah telah menyiapkan pembayaran lanjutan pada Januari 2026 untuk bidang-bidang yang proses persetujuannya telah rampung.

Targetnya, seluruh pengadaan tanah sesuai penetapan lokasi (penlok) dapat dituntaskan pada 2026. "Kami menargetkan pengadaan tanah bisa 100 persen sekitar Oktober atau November 2026," katanya.

 

Sejalan dengan pengadaan lahan, pembangunan fisik tol juga mulai bergerak. Saat ini, konstruksi telah berlangsung di seksi 1 dan seksi 6. Pada 2026, pekerjaan konstruksi direncanakan masuk ke seksi 2, dengan tahapan awal berupa sosialisasi kepada masyarakat di tingkat kecamatan dan desa yang sudah dilakukan.

 Baca Juga: Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman Dipakai untuk Pilkada 2020, Begini Tanggapan Wakil Bupati Danang Maharsa

Terkait lahan yang telah dibayarkan namun belum masuk tahap konstruksi, Fajri menyebut, secara ketentuan lahan idealnya sudah dikosongkan. Namun, pemerintah memahami bahwa konstruksi belum berlangsung dalam waktu dekat.

 

Dia mengimbau masyarakat untuk mulai menyiapkan pengosongan lahan, sambil tetap menjaga lahannya. "Untuk sawah yang masih ditanami, ada penyesuaian, tetapi pada prinsipnya warga perlu bersiap ketika konstruksi mulai berjalan," paparnya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#UGR #Magelang #tol jogja bawen #Banyusari #ppk