MAGELANG — Pemkot Magelang memastikan seluruh sektor vital kota berada dalam kondisi siap menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Mulai dari pengamanan, stabilitas harga pangan, kesiapan infrastruktur, hingga mitigasi bencana harus berada pada level siaga penuh mulai 22 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Magelang Chrisatrya Yonas Nusantrawan menyampaikan, Gubernur Jawa Tengah menekankan soal stabilitas harga dan energi, kesiapsiagaan bencana, layanan kesehatan nonstop, serta pengamanan sarana ibadah.
"Penegakan satu komando, satu koordinasi, dan satu tujuan harus benar-benar dijalankan seluruh jajaran agar situasi Nataru tetap kondusif," kata Yonas di Aula Adipura Kencana, Kamis (11/12).
Di sektor ekonomi, pemkot menaruh perhatian besar pada stabilitas harga kebutuhan pokok yang umumnya mengalami lonjakan menjelang hari besar keagamaan. Yonas menjelaskan, gerakan pangan murah (GPM) telah dilaksanakan sejak Maret hingga Oktober sebagai upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Menjelang lonjakan aktivitas ekonomi selama libur panjang, pemkot meningkatkan pengelolaan dan keamanan tiga pasar tradisional besar. Seperti di Pasar Rejowinangun, Gotong Royong, dan Kebon Polo.
Baca Juga: Penguatan Program Adiwiyata Berbuah Manis, 153 Sekolah Sudah Berpredikat Lingkungan Hidup
Langkah yang dilakukan meliputi penataan ulang sarana prasarana pasar, pengaturan parkir yang lebih sistematis, dan penambahan tenaga kebersihan. “Lalu, patroli keamanan di titik rawan serta penanganan sampah dengan jadwal intensif," ujar Yonas.
Dari sisi keamanan, patroli wilayah 24 jam akan dilaksanakan bersama TNI-Polri dan Satpol PP. Tiga pos pengamanan utama disiapkan di Terminal Tidar, Simpang Trio, dan Gardena atau di Jalan A Yani.
Untuk mendukung kelancaran mobilitas, dinas perhubungan meningkatkan pemeliharaan sarana lalu lintas seperti PJU, rambu, halte, ATCS, dan Apil. Pemeriksaan kelayakan angkutan kota, pariwisata, taksi, angkutan barang, hingga bus antarprovinsi dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang.
Baca Juga: Prediksi Sampah Nataru Capai 700 Ton, DLH Bantul Perkuat Koordinasi Lintas OPD Demi Manajemen Persampahan Berjalan Optimal: Begini Skenarionya..
Khusus angkutan barang, kendaraan tiga sumbu atau lebih dan pengangkut material galian dibatasi operasionalnya. Hanya angkutan bahan bakar, pupuk, pangan, pakan ternak, dan uang yang tetap diizinkan beroperasi.
Kota Magelang juga menyiapkan sektor pariwisata menghadapi peningkatan kunjungan. Seluruh hotel bintang dan nonbintang, destinasi kuliner, serta objek wisata kota diarahkan meningkatkan layanan dan keamanan.
Promosi terpadu, fasilitas lengkap, dan pemeliharaan rutin disiapkan oleh dinas terkait. "Kota Magelang harus menjadi tujuan yang aman, nyaman, dan ramah wisatawan," tegas Yonas.
Baca Juga: Prediksi Lyon vs Go Ahead Eagles Europa League Jumat 12 Desember Kick Off 03.00 WIB, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan, seluruh perangkat daerah memiliki peran masing-masing dalam memastikan kelancaran Nataru.
"Arahan pemerintah pusat itu universal, tapi setiap OPD harus tahu bagian tugasnya. Semuanya harus ambil peran sesuai SOP, sesuai tupoksi," tegasnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo