Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Upaya Pemkab Magelang Meredam Gejolak Harga, Produksi Surplus Pilih Bagikan Paket Cabai Gratis

Naila Nihayah • Rabu, 10 Desember 2025 | 02:29 WIB

 

Warga rela mengantre demi mendapatkan paket cabai gratis di Lapangan drh Soepardi, Selasa (9/12).
Warga rela mengantre demi mendapatkan paket cabai gratis di Lapangan drh Soepardi, Selasa (9/12).
 

 

 

 

MUNGKID — Di tengah lonjakan harga cabai di tingkat konsumen, Pemkab Magelang bersama komunitas Champion Cabai menggelar gerakan peduli petani dan konsumen melalui pembagian paket cabai gratis di Lapangan drh Soepardi, Selasa (9/12). Program ini menjadi satu upaya untuk meredam gejolak harga pangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Aksi ini dilakukan sebagai bagian dari program pengendalian inflasi dan stabilisasi harga pangan. Sebanyak 300 paket berisi cabai keriting, cabai rawit, dan bawang putih dibagikan kepada warga. Masing-masing paket berisi 0,2 kilogram (kg) per jenis komoditas.

Pembagian cabai gratis ini praktis mengundang antusiasme warga. Antrean warga tampak memadati area kegiatan sejak pagi. Sebagian warga datang sambil membawa kantong belanja. Satu di antaranya adalah Siti Zulaikhah, warga Sawitan yang sehari-hari berjualan nasi rames dan soto.

Baginya, harga cabai yang kini mencapai Rp 85 ribu per kg di pasaran membuat biaya produksi usahanya meningkat tajam. "Sangat-sangat membantu (pembagian cabai). Semoga sering-sering diadakan karena cabainya sekarang mahal sekali," ujarnya sambil terengah usai antre.

Untuk bertahan, dia harus mengurangi penggunaan cabai dalam masakan. Menurutnya, selera konsumen belakangan justru ikut berubah. Terkadang seperempat kg bisa dipakai untuk enam sampai tujuh jenis masakan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Magelang Romza Ernawan menyebut, harga cabai mengalami kenaikan signifikan secara nasional, termasuk di wilayahnya. Berdasarkan data terbaru, cabai rawit di tingkat petani mencapai rata-rata Rp 77 ribu per kg, sedangkan harga cabai keriting berada di kisaran Rp 65 ribu per kg.

Meski harga naik, Kabupaten Magelang justru tengah berada dalam kondisi surplus produksi cabai. Menurut data distanpangan, pada Desember ini terdapat 244 hektare lahan panen cabai keriting dengan potensi produksi 1.433 ton, jauh di atas kebutuhan daerah yang hanya 143 ton.

Baca Juga: Industri Sawit Butuh SDM Skill Tinggi, Perguruan Tinggi Harus Cetak Pekerja Kebun Berkarakter Kuat

Sementara untuk cabai rawit, luas panen mencapai 552 hektare dengan estimasi produksi 3.312 ton, padahal kebutuhan konsumsi lokal hanya sekitar 398 ton. "Dengan surplus ini, sisa produksi akan kami distribusikan ke daerah lain untuk membantu stabilisasi harga dan mencegah gejolak inflasi," katanya.

Gerakan ini, kata dia, menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam merespons fluktuasi harga komoditas strategis. Selain pembagian paket, pemerintah bersama Champion Cabai juga menyiapkan mekanisme distribusi antarwilayah agar harga tidak semakin liar.

Ketua Champion Cabai Kabupaten Magelang Sudarno menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian Kementerian Pertanian bersama para pelaku budidaya cabai.

Menurutnya, kenaikan harga bukan alasan untuk berhenti berbagi."Biasanya kalau harga mahal, orang berhenti berbagi. Tapi hari ini kami justru ingin hadir bantu warga yang kesulitan membeli cabai," ujar Sudarno.

Dia menyebut, harga cabai rawit di tingkat petani berada di kisaran Rp 75 ribu –Rp 80 ribu per kg, dan lebih tinggi lagi di pasaran. Pembagian dilakukan dalam dua tahap, yakni di Kecamatan Mungkid hari ini dan dilanjutkan di Kecamatan Pakis pada hari berikutnya. Total ada 900 paket cabai keriting, 900 paket cabai rawit, dan 900 paket bawang putih yang akan didistribusikan. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#produksi #Magelang #pemkab #cabai #paket #inflasi #gratis #Distanpangan #Lapangan drh Soepardi #Champion