Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pengunjung Joget di Puncak Candi Borobudur Viral, Pengelola Minta Video Dihapus dan Evaluasi Aturan Pengawasan

Naila Nihayah • Jumat, 5 Desember 2025 | 04:35 WIB

 

 

MAGIS: Pengunjung menikmati suasana matahari terbenam di puncak Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.
MAGIS: Pengunjung menikmati suasana matahari terbenam di puncak Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.

MUNGKID - Sebuah video yang memperlihatkan seorang wisatawan wanita berjoget di puncak Candi Borobudur menuai kecaman publik dan memicu perbincangan luas di media sosial. Aksi tersebut dinilai tidak menghormati kesakralan situs warisan dunia itu.

Video viral itu salah satunya diunggah akun Instagram @borobudur_news pada akhir November 2025. Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat seorang wanita berambut pirang mengenakan busana ketat warna merah muda menari di area stupa puncak Borobudur.

Respons publik pun beragam, mulai dari sindiran hingga kemarahan. Banyak warganet menilai tindakan itu tidak pantas dilakukan di ruang publik bersejarah dan sakral. Namun di sisi lain, sebagian menilai aksi tersebut sebatas konten hiburan.

Menanggapi polemik ini, Stakeholder Management & Legal Division Head PT Taman Wisata Borobudur Ridwan Fauzi mengatakan, pengelola telah melakukan penelusuran internal dan menghubungi pengunggah video agar segera menghapus konten itu.

"Kami mengucapkan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi. Manajemen telah mengidentifikasi pihak yang mengunggah video tersebut dan mengimbau agar segera men-take down konten itu," ujarnya di Candi Borobudur, kemarin (4/12).

Ridwan menegaskan, kejadian tersebut diharapkan menjadi pembelajaran bagi wisatawan agar tetap menjaga norma, etika, serta nilai spiritual dan sejarah Candi Borobudur yang merupakan salah satu situs warisan budaya dunia UNESCO.

"Kami mengimbau seluruh wisatawan yang berkunjung agar bersama-sama menjaga nilai spiritualitas, nilai budaya, dan outstanding universal value (OUV) Borobudur," tambahnya.

Terkait kemungkinan sanksi bagi pelaku, Ridwan menjelaskan, manajemen belum mengambil keputusan final. Menurutnya, identifikasi lengkap seperti waktu kunjungan dan data pribadi masih dalam proses pemeriksaan internal.

"Untuk teknis blacklist, kami masih mengidentifikasi data-data yang bersangkutan. Saat ini dokumentasi waktu kunjungan sedang diperiksa," jelasnya.

Penghapusan video juga masih dalam proses komunikasi dan belum sepenuhnya ditindaklanjuti pihak pengunggah. "Permintaan take down masih berjalan paralel. Kami masih berkomunikasi," tambahnya.

Sebagai langkah koreksi, Ridwan memastikan, pengawasan akan diperketat. Satu di antaranya melalui peningkatan koordinasi dengan pamong cerita, yaitu petugas yang bertugas mendampingi dan memberikan edukasi langsung kepada pengunjung yang naik ke struktur candi. "Harapannya pamong cerita bisa mengedukasi sekaligus menjaga agar nilai-nilai Candi Borobudur tetap dihormati," ungkapnya.

Pihak pengelola juga memastikan, prosedur kunjungan, termasuk aturan perilaku di area puncak, akan kembali dievaluasi agar kejadian serupa tidak terulang. (aya/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Candi Borobudur #UNESCO #Wisatawan