Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tanah Gerak di Desa Sampang Ternyata Bekas Longsoran Purba, Begini Detail Penjelasan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Muhammad Hafied • Kamis, 4 Desember 2025 | 02:51 WIB

CEK KONDISI : Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaksanakan asesmen tanah bergerak di Desa Sampang, Kecamatan Sempor. (Dokumentasi BPBD Kebumen)
CEK KONDISI : Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaksanakan asesmen tanah bergerak di Desa Sampang, Kecamatan Sempor. (Dokumentasi BPBD Kebumen)

KEBUMEN - Fenomena tanah bergerak di Desa Sampang, Kecamatan Sempor menjadi perhatian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Berdasar hasil asesmen tim lapangan, lokasi terdampak tanah bergerak tersebut diketahui merupakan bekas longsoran purba.

Ketua Tim Kerja Gerakan Tanah PVMBG Oktory Prambada menjelaskan, luasan area tanah bergerak saat ini berada pada zona lembah.

Baca Juga: Dinas Pariwisata Gunungkidul Keluarkan Surat Edaran jelang Nataru, Berisi soal Transparansi Harga dan Optimalisasi PAD

Di mana secara alami lokasi tersebut merupakan jalur aliran air. Wilayah ini juga memiliki riwayat kejadian longsor pada 2016 silam.

Berdasar hasil pengamatan tampak tersusun dari batuan pelapukan dan bekas longsoran purba.

"Kondisi geologi di permukaan merupakan batuan lapuk yang pernah mengalami longsoran sebelumnya," terangnya, Selasa (2/12/2025).

Baca Juga: Terdampak Bencana, Irvan Mofu Ajak Rafinha dan Eks Pemain PSIM Jogja Bantu Keluarga Muammar Khadafi di Aceh Timur

Dia menerangkan, pergerakan tanah di Desa Sampang masuk kategori gerakan tanah tipe rayapan.

Yakni, jenis pergerakan tanah yang tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan berlangsung secara perlahan.

"Pergerakan tanah di wilayah tersebut cukup besar dan termasuk tipe rayapan," jelas Oktory.

Baca Juga: Dilanda Banjir Bandang di Langsa, Aceh, Kiper PSS M Fahri Diragukan Kembali Latihan Perdana Tepat Waktu: Tim Berharap Ini..

Tim PVMBG, kata dia, baru pertama kali asesmen di Desa Sampang. Pemeriksaan lapangan dilakukan menyusul laporan warga terkait adanya pergeseran tanah yang terjadi secara perlahan dalam beberapa waktu terakhir.

Asesmen dilakukan baik melalui observasi langsung di darat maupun pemantauan dari udara menggunakan drone untuk memetakan cakupan area terdampak

Dijelaskan, hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar penentuan langkah lanjut dari pemerintah, termasuk kemungkinan relokasi infrastruktur dan permukiman warga di sekitar titik rawan.

Baca Juga: Kembali Berlatih, PSS Sleman Genjot Latihan Fisik Pusat Kebugaran, Ansyari Lubis: Libur Usai saatnya Fokus

Hasil asesmen juga akan dijadikan bahan rekomendasi PVMBG kepada gubernur Jawa Tengah, BNPB, serta bupati Kebumen.

Menurut Oktory, penyusunan kajian teknis biasanya dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu minggu.

Di lain sisi proses review internal akan dilakukan secara cermat dan ekstra hati-hati, terutama terkait rekomendasi relokasi.

"Yang lama itu fase review dari para ahli gerakan tanah dan pengambil keputusan di badan geologi," ucapnya.

Baca Juga: Senyum Ceria! Petani Sambut Gembira Harga Cabai Terus Merangkak Naik: Kini Tembus Rp 60 Ribu per Kilogram

Sementara itu, Bako Humas BPBD Kebumen Heri Purwoto mengatakan, upaya mitigasi terus dilakukan guna mengurangi risiko terburuk jika terjadi bencana.

Tim BPBD bersama lintas sektor juga melakukan pemantauan lapangan secara intensif.

"Kami cek terus. Warga tetap diminta waspada meskipun masih tetap memilih bertahan di rumah," katanya. (fid)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Desa Sampang #kebumen #tanah bergerak #bekas longsoran purba