MAGELANG - Pemkot Magelang mulai menyiapkan strategi pengendalian lalu lintas menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dan potensi kemacetan di sejumlah titik akses kota.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono meminta dinas perhubungan (Dishub) bergerak cepat menyusun skema rekayasa arus sebelum puncak mobilitas masyarakat terjadi.
Terutama pada jalur yang menghubungkan pusat transportasi, tempat wisata, rumah ibadah, dan area publik yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas.
"Masyarakat membutuhkan informasi jelas agar mobilitas tetap aman," kata Damar saat memimpin apel di halaman kantor dishub, Selasa (2/12).
Dishub diminta menyiapkan rute alternatif, pengalihan arus sementara, hingga penempatan personel lapangan. Damar menilai, sosialisasi menjadi kunci keberhasilan strategi rekayasa agar tidak menimbulkan kebingungan bagi pengguna jalan.
Selain kesiapan teknis, dia juga meminta koordinasi lintas instansi diperkuat. Menurutnya, manajemen lalu lintas saat libur akhir tahun tidak dapat ditangani satu dinas secara parsial. TNI, Polri, dan pemangku kepentingan transportasi lain diminta terlibat dalam pengamanan, terutama di titik rawan padat seperti kawasan pusat kota dan area wisata.
"Sinergi antarinstansi dan koordinasi dengan daerah sekitar menjadi faktor penting," tambahnya.
Wilayah perbatasan juga masuk dalam prioritas pengaturan. Akses seperti Simpang Artos yang menghubungkan kota dengan Kabupaten Magelang dan Temanggung diproyeksikan menjadi salah satu titik paling padat karena menjadi jalur keluar-masuk kendaraan antarwilayah.
Di luar instruksi terkait persiapan Nataru, Damar turut menyoroti kualitas pelayanan publik dishub dalam beberapa bulan terakhir.
Dia menyebut, ada tren peningkatan kepatuhan pengemudi angkutan umum dan respons yang lebih cepat terhadap laporan masyarakat tentang fasilitas transportasi.
Beberapa pengaduan terkait penerangan jalan, pengaturan rambu, hingga kondisi kamera pemantau (CCTV) di titik strategis disebut dapat ditindaklanjuti lebih cepat dibanding sebelumnya.
Meski demikian, sejumlah catatan masih diberikan. Salah satunya terkait penataan bahu jalan yang kerap berubah menjadi ruang parkir eksisting ketika kota menjadi tuan rumah kegiatan besar, termasuk acara berskala nasional di Akademi Militer (Akmil). "
Penataan parkir harus disiplin. Juru parkir perlu diberikan pemahaman dan diawasi agar tidak menimbulkan gangguan," tegasnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo