MAGELANG — Bagi warga Magelang M Choirul Anwar, dia semula takut jarum suntik. Namun ketakutannya berubah setelah dia menyadari donor darah dapat menolong nyawa orang lain.
Motivasi dirinya, bukan piagam atau predikat, tapi dorongan untuk membantu. "Darah ini titipan Tuhan, dan ada orang-orang di luar sana yang membutuhkannya," ucapnya dalam penyerahan penghargaan bagi 350 pendonor darah sukarela dari PMI Kota Magelang, di Pendopo Pengabdian, Rabu (26/11).
Penghargaan tersebut merupakan gelaran ketiga setelah sebelumnya diberikan pada 2017 dan 2024. Tahun ini, PMI mengusung tema Tebarkan Kebaikan, Selamatkan Kehidupan, yang menekankan pentingnya keberlanjutan aksi donor sebagai kontribusi langsung bagi keselamatan pasien di berbagai fasilitas kesehatan.
Ketua PMI Kota Magelang Suryantoro mengutarakan, gerakan donor darah sukarela adalah salah satu pilar pelayanan kemanusiaan PMI melalui Unit Donor Darah (UDD). UDD, lanjutnya, bertanggung jawab memastikan ketersediaan darah tetap aman, layak, dan mencukupi.
Karena itu, donor darah sukarela dianggap sangat penting untuk menjaga ketersediaan stok.
Meski pasokan relatif stabil, PMI menyebut fluktuasi permintaan kerap terjadi pada momen libur panjang, puncak musim penyakit, atau periode bencana.
Pj Sekda Kota Magelang Larsita menyebut, para pendonor darah tersebut sebagai contoh komitmen kemanusiaan yang jarang terlihat dalam bentuk lain. "Menjalani donor darah puluhan kali bukan keputusan spontan. Itu perjalanan panjang memilih empati sebagai gaya hidup," katanya. (aya/pra)