MUNGKID - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magelang mulai menata langkah menghadapi perubahan besar dalam tata kelola ibadah haji. Meski sedang dalam masa transisi, Kemenag memastikan seluruh layanan haji tetap berjalan normal.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Magelang Hanif Hanan menjelaskan, setelah dibentuknya Kementerian Haji dan Umrah, seluruh urusan perhajian secara bertahap akan dialihkan ke kementerian baru.
Namun, proses peralihan ini tidak mengganggu pelayanan bagi masyarakat, khususnya bagi calon jemaah haji yang akan berangkat pada musim haji 2026.
“Tidak ada kendala. Pelayanan tetap berjalan normal karena yang dialihkan adalah pejabat dan staf yang menangani urusan haji,” ujar Hanif, Selasa (18/11).
Proses transisi mencakup pemindahan struktur pegawai dan pengelolaan aset dari Kemenag ke kementerian baru, yang dilakukan secara nasional mulai dari level pusat, kantor wilayah, hingga kantor Kemenag kabupaten dan kota.
Sejak September lalu, penyesuaian teknis telah berjalan, termasuk penataan tugas para pejabat yang akan bergeser ke Kementerian Haji. Kemenag Magelang telah menyiapkan kepala seksi (kasi) haji beserta tujuh staf untuk sepenuhnya merapat ke kementerian baru.
Terkait kuota jemaah haji Kabupaten Magelang untuk 2026, Hanif memperkirakan tetap berada di kisaran lebih dari 1.050 orang, termasuk calon jemaah cadangan. Ia memastikan seluruh proses administrasi dan bimbingan jemaah tetap sesuai jadwal.
Kantor baru Kementerian Haji dan Umrah di Kabupaten Magelang direncanakan menempati gedung Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dalam satu kompleks dengan Kemenag Kabupaten Magelang. Serah terima pengelolaan gedung dan struktur staf dijadwalkan berlangsung resmi pada awal 2026.
“Serah terima akan dimulai setelah Desember. Gaji mereka masih mengikuti Kemenag sampai akhir tahun ini, lalu mulai Januari sudah berada di bawah Kementerian Haji,” jelas Hanif. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo