Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Warga di Sekitar Candi Borobudur Siap sejak Pukul 04.00 Jadi Cheering Berikan Semangat Ribuan Pelari

Naila Nihayah • Senin, 17 November 2025 | 06:45 WIB
mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang ikut berlari bersama istrinya, Siti Atikoh Supriyanti, pada kategori non-kompetitif.
mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang ikut berlari bersama istrinya, Siti Atikoh Supriyanti, pada kategori non-kompetitif.

 

MUNGKID — Suasana kemeriahan menyelimuti kawasan Candi Borobudur sejak pagi buta pada gelaran Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2025, Minggu (16/11). Ribuan pelari tidak hanya disuguhi rute baru dengan panorama alam khas Magelang, tetapi juga dukungan luar biasa dari warga yang memadati sepanjang jalan.

Sorak-sorai, tabuhan drumband, hingga kostum unik para peserta cheering membuat event ini berubah menjadi pesta rakyat yang hangat dan penuh energi. Wajah-wajah penuh semangat berdiri berjajar di sisi jalan membawa spanduk dukungan, botol minum, hingga atribut warna-warni.

Baca Juga: Hasil PS Barito Putera vs Deltras FC, Laskar Antasari Gusur PSS Sleman dari Puncak Klasemen Setelah Kalahkan The Lobster

Salah satu kelompok cheering menonjol datang dari SDN Sawitan, yang tahun ini untuk pertama kalinya berpartisipasi. Sekitar 100 siswa kelas 4 hingga 6 sudah tiba di titik cheering sekitar kubah emas sejak pukul 04.00.

Guru di SDN Sawitan Rokhmadu Inuhayi menyebut, para siswa terlihat antusias memberikan semangat kepada para pelari. "Kami ingin memberikan stimulus bahwa kita kedatangan tamu dari banyak daerah dan negara. Sebagai warga Magelang, wajar kalau kita menyambut dengan riang dan gembira," ujarnya.

Para siswa membawa peralatan drumband dan memainkan lagu-lagu bernada semangat untuk menyambut pelari yang melintas. "Supaya pelarinya juga semangat," imbuh Rokhmadu.

Baca Juga: Percepat Pencarian Korban Longsor Cibeunying Cilacap, Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca

Siswa kelas 5, Safia mengaku sangat senang bisa ikut menyemangati. "Ini pertama kali. Latihan sejak satu minggu yang lalu. Tadi (kemarin, Red) bangun setengah empat, mandi, sarapan, terus berangkat. Senang bisa ketemu pelari," ujarnya polos.

Di titik lain, cheering dari PKK Desa Bumirejo juga mencuri perhatian. Sekitar 40 anggota PKK dan perangkat desa tampil kompak menggunakan kostum garuda dengan perpaduan warna hitam dan kuning. Mereka juga baru kali pertama menjadi tim cheering.

"Ini pertama kali kami ikut cheering karena rutenya baru. Kami diundang panitia untuk berpartisipasi," kata Ainaa Nindi Rizqyana, anggota PKK.

Baca Juga: Van Gastel Siapkan Pemain untuk Dipinjamkan, PSIM Jogja Tak Prioritaskan Rekrutmen Baru

Meski waktu persiapan mepet dan harus mengikuti petunjuk teknis panitia, mereka tetap tampil maksimal. "Kami antusias karena pelarinya juga antusias waktu kita kasih semangat," sambungnya.

Dukungan warga yang tumpah ruah membuat suasana di sepanjang jalur berubah menjadi lintasan penuh kehidupan. Jalan kampung yang biasanya lengang, berubah menjadi koridor meriah yang dipenuhi teriakan penyemangat, hentakan drumband, dan sorak sorai di tepi jalan.

Pelari, baik kompetitif maupun non-kompetitif tampak beberapa kali melambat atau berhenti sejenak untuk membalas sapaan warga. Banyak dari mereka tersenyum lebar, memotret keberagaman kostum cheering, dan menerima air minum yang disodorkan sukarelawan.

Baca Juga: Pengamat Sebut Pernyataan Menkeu Purbaya Tegaskan Penagihan BLBI Tidak Pernah Kedaluwarsa

Atmosfer tersebut menjadi salah satu ciri khas BJBM yang selalu dipuji peserta dari berbagai negara. Kemeriahan semakin meningkat ketika warga melihat kehadiran mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang ikut berlari bersama istrinya, Siti Atikoh Supriyanti, pada kategori non-kompetitif.

Banyak warga yang terkejut sekaligus gembira melihat keduanya berbaur di tengah peserta. Sorakan, ajakan swafoto, hingga lambaian tangan mengiringi pasangan tersebut sepanjang rute. Ganjar beberapa kali berhenti untuk bersalaman dan menyapa warga sebelum kembali berlari.

"Sepanjang rute, saya melihat senyum dan keramahan warga. Ada yang kasih minum, ada yang menyapa, ada yang memberi semangat. Ini bukan sekadar olahraga, tapi perayaan kebersamaan," lontarnya.

Baca Juga: Diikuti 11.500 Pelari dari 38 Negara, Atlet Kenya Dominasi Bank Jateng Borobudur Marathon 2025

Ganjar menambahkan, kekuatan Borobudur Marathon bukan hanya pada rutenya, tetapi pada energi warga Magelang yang selalu hangat. "Orang datang ke Borobudur bukan hanya karena candi, tapi karena keramahan warganya. Itu nilai yang mahal," imbuhnya.

Peserta asal Kupang, NTT Florida Arfianti mengaku antusias mengikuti Borobudur Marathon. Terlebih, ini kali pertamanya menjadi virgin marathon. "Rutenya baru dengan 'tanjakan cinta' yang menantang, tapi yang bikin tambah semangat itu dari warganya," ungkap dia.

Dia menyebut, kehadiran tim cheering kini menjadi elemen yang memperkuat identitas Borobudur Marathon sebagai ajang sport tourism bertaraf internasional. Kehangatan warga Magelang dan sekitarnya terbukti menjadi daya tarik tersendiri yang membuat ribuan pelari kembali datang setiap tahun. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#masjid kubah emas #Candi Borobudur #Siti Atikoh Supriyanti #Magelang #PKK #Bank Jateng Borobudur Marathon #Gubernur Jawa Tengah #cheering #pelari #ganjar pranowo #Mungkid #Sawitan