Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tanah Bergerak akibat Hujan Mengguyur Beberapa Hari, Tiga Rumah di Desa Sampang, Sempor Terancam

Muhammad Hafied • Sabtu, 15 November 2025 | 04:15 WIB

 

TURUN LAPANGAN: Petugas dari BPBD Kebumen melakukan asesmen di sekitar lokasi tanah bergerak di Desa Sampang, Kecamatan Sempor.
TURUN LAPANGAN: Petugas dari BPBD Kebumen melakukan asesmen di sekitar lokasi tanah bergerak di Desa Sampang, Kecamatan Sempor.

KEBUMEN - Tiga bangunan rumah di Desa Sampang, Kecamatan Sempor, Kebumen terancam akibat tanah bergerak. Selain rumah, kejadian ini juga merusak akses jalan dan jembatan penghubung antardesa. Fenomena tanah bergerak ini terjadi setelah wilayah setempat terus diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir.

Badan Penanggulagan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen mencatat ada tiga rumah terdampak paling parah. Masing-masing rumah milik Tursimin, 50; Kasikem, 59; dan Wasiman, 57. Dari tiga rumah tersebut dihuni oleh tiga kepala keluarga dengan total 12 jiwa.

"Tidak ada korban. Namun kerusakan struktur rumah dan akses lingkungan cukup signifikan," jelas Bako Humas BPBD Kebumen Heri Purwoto Jumat (14/11).

Aktivitas pergerakan tanah tersebut mulai dirasakan warga sejak Selasa (11/11). Namun setelah beberapa hari kondisinya kian parah. Saat ini, tim BPBD Kebumen bersama lintas unsur telah meninjau lokasi kejadian. Asesmen dilakukan guna memastikan kondisi terkini dan tingkat kerusakan serta penanganan darurat terhadap warga terdampak.

Heri menjelaskan, selain merusak rumah, pergerakan tanah juga merusak jalan rabat beton sepanjang 400 meter. Kondisi struktur jalan tersebut retak dan terangkat hingga setinggi 15 centimeter.

Lalu, kerusakan juga terjadi pada jembatan desa berukuran 6x2,5 meter. Kerugian meteriil akibat kerusakan infrastruktur ini ditaksir mencapai Rp 115 juta. "Kerusakan berdampak pada mobilitas warga dan aktivitas ekonomi lokal," ucapnya.

Lebih lanjut, personel gabungan bersama warga saat ini telah melakukan pembongkaran dua teras rumah milik warga yang mengalami keretakan. Dijelaskan, wilayah tersebut masih memerlukan langkah teknis lanjutan guna memastikan keamanan struktur tanah serta pemulihan fasilitas umum.

Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman menambahkan, hujan dengan intensitas tinggi diduga menjadi pemicu utama pergerakan tanah. Terlebih wilayah tersebut masuk dalam kategori zona rawan longsor.

Aparat bersama instansi terkait sampai sekarang masih memantau kondisi mengingat di sekitar lokasi masih menunjukkan tanda-tanda pergerakan ringan. "Kami imbau warga yang bermukim di sekitar titik rawan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras," pesannya. (fid/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kecamatan Sempor #Desa Sampang #kebumen #tanah bergerak #kerusakan #bpbd kebumen