Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dari Pendidikan hingga Lingkungan, Ini Para Penerima Bupati Award 2025 Magelang

Naila Nihayah • Rabu, 12 November 2025 | 14:10 WIB

Sejumlah warga mendapatkan penghargaan dari ajang Bupati Award 2025 di Balkondes Tuk Songo, Senin (10/11) malam.  Bupati Award 2025 Jadi Ajang Apresiasi bagi Warga Inovatif Ada Sembilan Kategori, Wuju
Sejumlah warga mendapatkan penghargaan dari ajang Bupati Award 2025 di Balkondes Tuk Songo, Senin (10/11) malam. Bupati Award 2025 Jadi Ajang Apresiasi bagi Warga Inovatif Ada Sembilan Kategori, Wuju


MUNGKID — Pemkab Magelang memberikan penghargaan kepada warga dan komunitas berprestasi melalui Bupati Award 2025. Ajang penghargaan tahunan ini memberikan apresiasi kepada individu, komunitas, dan desa yang dinilai berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan Hari Pahlawan di Balkondes Tuk Songo, Borobudur, Senin (10/11) malam. Tahun ini, sembilan kategori penghargaan dibagikan kepada para penerima yang mewakili implementasi visi pembangunan daerah, Sapta Cita Bupati dan Wakil Bupati Magelang.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Magelang Zanuar Efendi menjelaskan, proses seleksi penerima Bupati Award dilakukan secara objektif dan ilmiah. Penilaian sepenuhnya dipercayakan kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Jateng untuk menjaga kredibilitas dan independensi hasil pemilihan.

Baca Juga: Percepatan Instalasi PSEL Kawasan Semarang Raya Butuh Kolaborasi Lintas Daerah

Tahun ini, kata dia, total ada 71 peserta yang mendaftar melalui sponsor pribadi maupun lembaga. "Kami menyerahkan seluruh proses penilaian kepada BRIN agar hasilnya benar-benar berdasarkan kajian ilmiah dan profesional," ujarnya.

Seleksi berlangsung melalui beberapa tahapan. Setelah pendaftaran dan penjaringan sejak 13 hingga 31 Oktober, dilakukan penjurian administrasi dan substansi oleh tim internal pada awal November. Lalu dilanjutkan dengan penilaian oleh BRIN pada 3–7 November.

Tahap akhir berupa verifikasi lapangan dilakukan 8–9 November untuk memastikan kelayakan para nominator. Tim melakukan wawancara langsung dengan calon penerima, memeriksa berkas, berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait, serta meninjau lokasi kegiatan.

Baca Juga: Barang Ilegal Senilai Rp 2,5 M Dimusnahkan, Hasil Penindakan Bea Cukai Yogyakarta dan Magelang sejak Juli 2023

Hasil verifikasi lapangan, kata dia, banyak yang beyond imagination dan melebihi ekspektasi. "Ada inovasi dan dedikasi luar biasa yang bahkan tak terbayangkan sebelumnya," ungkap Zanuar.

Bupati Award 2025 terdiri atas sembilan kategori utama yang merepresentasikan tujuh pilar Sapta Cita. Mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, lingkungan, hingga budaya. Para penerima penghargaan itu seperti Agustinus Suryono melalui UMKM Go Internasional.

Pendiri Gapoktan Ngudi Mulyo, Kaliurang, Srumbung itu berhasil menembus pasar ekspor dengan menyerap 70 persen hasil panen salak lokal. Kemudian, Muh Rofi sebagai Pejuang Penggiat Pendidikan Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah PDM Kabupaten Magelang yang memelopori berdirinya sekolah-sekolah unggulan di Desa Gunungpring, Muntilan.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan, DPUPKP Sleman Telah Bangun 8 Kilometer Saluran Irigasi Tahun Ini, Gelontorkan Anggaran hingga Rp 12 M

Lalu, Eko Sunyoto sebagai Pelestari Budaya.  Pendiri Sanggar Tari Kinara-Kinari Borobudur itu berinovasi menciptakan koreografi dan busana tari khas. Selain itu, ada Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) yang merupakan pelestari budaya yang mempertahankan unggah-ungguh budaya Jawa melalui pendidikan budaya yang sistematis.

Selanjutnya, Kabul Asrori dari Komunitas Peduli Lingkungan. Warga Desa Tirto, Grabag itu dikenal sebagai tokoh penggerak pelestarian pohon aren. Dia menjadi figur di balik keberhasilan desanya meraih Predikat Proklim Lestari Nasional 2024 berkat inovasi pengelolaan sumber air berbasis konservasi.

Selain itu, ada Muhammad Faricin, seorang pembina atlet berprestasi. Mantan atlet pencak silat tradisional ini mendedikasikan hidupnya untuk melatih anak-anak di daerah agar mencintai olahraga bela diri warisan budaya.

Baca Juga: Gerakkan Ekonomi Daerah, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Siswa Jateng Gemar Makan Ikan

Kemudian, Hani Sutrisno yang menjadi pengelola eduwisata. Penggagas Desa Bahasa Borobudur itu menggabungkan pembelajaran bahasa Inggris dengan pemberdayaan ekonomi warga melalui konsep homestay.

Selanjutnya, Anis Nurul Ngadzimah yang merupakan generasi muda inovatif. Pengelola Rumah Baca Salam tersebut mengubah fungsi perpustakaan menjadi pusat kegiatan masyarakat dan ruang belajar kreatif bagi anak muda.

Lalu, Rahmi Dwiyati yang merupakan penggiat sosial kemasyarakatan. Ia menjadi inovator yang membantu pembuatan akta lahir gratis bagi bayi yang lahir di klinik bidan.

Baca Juga: Marsinah Dulu Dibungkam Sekarang Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional, Keluarga Tak Kuasa Menahan Haru

Selain sembilan kategori utama, dua desa juga meraih penghargaan Pemerintah Desa Inovatif, yakni Desa Sambak (Kajoran) dan Desa Pucungrejo (Muntilan), atas keberhasilan mereka menciptakan sistem pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi lokal.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji menegaskan, ajang bukan sekadar ajang seremonial, tetapi wujud penghargaan terhadap kerja keras dan inovasi warga. "Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat yang berkreasi dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Magelang," paparnya.

Ke depan, dia berharap, Bupati Award menjadi pemantik inspirasi, ruang bagi para kreator yang membawa perubahan. Dalam acara puncak, pemkab juga memberikan tali asih kepada keluarga pahlawan daerah, sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa mereka. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#Borobudur #Magelang #pemkab #award #Pendidikan #BRIN #hari pahlawan #Balkondes Tuksongo #Grengseng Pamuji