Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cari Pria Bandongan Yang Hilang, Tim SAR Gabungan Jalan Kaki dari Titik Nol hingga Muara Sungai Progo

Naila Nihayah • Selasa, 11 November 2025 | 05:25 WIB

Tim SAR gabungan terus berupaya mencari MN yang hilang saat mencari udang.
Tim SAR gabungan terus berupaya mencari MN yang hilang saat mencari udang.




MUNGKID — Upaya pencarian terhadap seorang pria berinisial MN, 45 warga Dusun Salakan, Gandusari, Bandongan, Kabupaten Magelang, terus dilakukan. MN dilaporkan hilang sejak Sabtu (8/11) saat mencari ikan di area persawahan. Di hari kedua operasi pencarian, tim SAR gabungan memperluas area pencarian hingga mencapai aliran Sungai Progo.

Koordinator Unit Siaga SAR Borobudur Basuki menjelaskan bahwa pencarian dilakukan dengan dua metode, yakni penyisiran darat dan pencarian menggunakan perahu rafting di aliran sungai. "Penyisiran darat secara manual dengan berjalan kaki dari titik nol hingga ke muara Sungai Progo," ujarnya, Senin (10/11).

Baca Juga: Presiden Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada 10 Tokoh: Soeharto Hingga Marsinah

Perluasan area dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi lapangan dan potensi terbawanykorban oleh arus sungai. Tim gabungan bekerja sejak pagi dengan membagi dua sektor utama yang difokuskan pada jalur sungai dan area persawahan di sekitar lokasi awal korban dilaporkan hilang.

Saat kejadian, debit air sungai dilaporkan meningkat akibat hujan deras, sehingga kemungkinan korban hanyut semakin besar. "Debit air naik cukup tinggi, dan sangat dimungkinkan korban terbawa arus hingga masuk ke Sungai Progo," jelasnya.

Jika pada hari pertama pencarian area difokuskan dalam radius 5 kilometer (km) dari titik awal kejadian, maka pada hari kedua jarak pencarian diperpanjang hingga 10 km. Setengah jarak pertama dilakukan dengan penyisiran darat, sedangkan 5 km berikutnya di sepanjang Sungai Progo dilakukan menggunakan perahu rafting.

Baca Juga: Lentera Buruh, Pelita Perjuangan Hak Buruh Melalui Seni, Persiapkan Event Festival Kebudayaan Kelas Pekerja di Jogja

"Dari titik nol ke arah Sungai Progo sekitar 5 km, dan dari sana ke hilir kita tambah lagi 5 km. Totalnya 10 km. Untuk penyisiran di sungai, kami turunkan enam perahu rafting," lontarnya.

Operasi pencarian ini melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur. Tim gabungan terdiri atas Basarnas, TNI, Polri, Polsek Bandongan, PMI, Paguyuban Rafting Magelang, serta sejumlah komunitas relawan dan warga sekitar. Mereka bahu-membahu menyisir tepian sungai, area persawahan, dan titik-titik rawan yang berpotensi menjadi lokasi korban ditemukan.

Meski pencarian telah diperluas dan melibatkan banyak pihak, hingga Senin sore, MN belum juga ditemukan. Cuaca yang tidak menentu serta kondisi sungai yang cukup deras menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Namun demikian, tim SAR gabungan tetap melanjutkan operasi dengan penuh kewaspadaan dan harapan besar agar korban segera ditemukan.

Baca Juga: Erupsi Merapi 10 November: Awan Panas Guguran dan Hujan di Puncak, Waspadai Lahar

"Harapan kami, dalam waktu sesingkat ini korban bisa segera ditemukan. Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin," tegasnya.

Sebagai informasi, MN diketahui pamit kepada keluarganya untuk mencari ikan di area persawahan Dusun Salakan pada Sabtu sekitar pukul 14.00. Namun hingga malam hari, ia tak kunjung pulang. Warga yang melakukan pencarian hanya menemukan peralatan memancing dan sandal milik korban di tepi aliran irigasi.

Dugaan sementara, korban terseret arus deras saat beraktivitas di sekitar sungai yang tengah meluap. Tim SAR juga mengimbau masyarakat di sekitar Sungai Progo agar melaporkan segera jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban di sepanjang aliran sungai. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#Borobudur #SAR #Magelang #km #Upaya pencarian #ikan #Bandongan #rafting #titik nol #muara #berjalan kaki #sungai progo