Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Hanya untuk Konsumsi, Ubur-ubur Pesisir Selatan Kebumen Juga Diminati untuk Bahan Kosmetik

Muhammad Hafied • Kamis, 6 November 2025 | 02:22 WIB
HASIL TANGKAP : Nelayan di Pantai Menganti sedang mengumpulkan hasil panen ubur-ubur sebelum dikirim ke Surabaya untuk kebutuhan konsumsi dan kosmetik.
HASIL TANGKAP : Nelayan di Pantai Menganti sedang mengumpulkan hasil panen ubur-ubur sebelum dikirim ke Surabaya untuk kebutuhan konsumsi dan kosmetik.

KEBUMEN - Nelayan di pesisir selatan Kebumen merasa lega dengan hasil panen ubur-ubur selama dua bulan terakhir. Selain dicari untuk kebutuhan konsumsi, ubur-ubur tangkapan nelayan kini juga mulai diminati sebagai bahan kosmetik.

Tengkulak ubur-ubur di Pantai Menganti Mujib Nurhamid, 26, menjelaskan, hampir setiap hari nelayan pulang melaut dengan membawa ubur-ubur cukup melimpah.

Sejalan dengan itu permintaan pasar utamanya untuk kebutuhan industri kosmetik meningkat. "Sekarang tidak cuma buat konsumsi, bahan kosmetik juga masuk," jelasnya, kepada Radar Jogja, Rabu (5/11/2025).

Mujib mengatakan, ubur-ubur memiliki nilai ekonomi tinggi bagi nelayan.

Selain harganya yang relatif stabil, ubur-ubur per hari ini dapat terserap optimal oleh pasar. Bahkan telah masuk sebagai komoditas ekspor.

"Habis dari sini, langsung kirim ke Surabaya. Kebetulan permintaan lagi banyak," kata Mujib.

Dia mengungkapkan, dalam sehari dirinya mampu mengumpulkan ubur-ubur tangkapan nelayan minimal 50 ton.

Adapun harga ubur-ubur saat ini dibanderol Rp 1.000 per kilogram. "Misal dihitung kiloan murah. Tapi sekali mentas ke darat, nelayan dapat minimal satu ton," sambungnya.

Seorang nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Menganti Saputra, 28, menyampaikan, musim ubur-ubur menjadi ladang rezeki tersendiri bagi para nelayan.

Selain ketersediaan melimpah, pola tangkap ubur-ubur tergolong cukup mudah.

Tidak seperti menangkap jenis ikan lain yang hasilnya tak menentu.

Baca Juga: Proses Perceraian yang Mengacu Aspek Kesalahan Berpotensi Menyebabkan Konflik Meluas: Pakar UGM Usulkan Penerapan Sistem Ini...

"Satu perahu rata-rata bawa pulang 1,5 ton. Paling mentok 2 ton. Biasaya berangkat pagi pulang siang," terangnya.

Diungkapkan, musim panen ubur-ubur telah berlangsung mulai awal September lalu.

Dia memprediksi musim panen tersebut akan berakhir hingga penghujung tahun.

Setelah itu nelayan akan menghadapi musim panen ikan bawal dan layur.

"Akhir November mulai jarang. Kemungkinan tutup tahun sudah selesai panen," ucapnya. (fid/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#kebumen #Ubur Ubur #Nelayan #konsumsi #bahan kosmetik