MUNGKID - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Magelang menyalurkan bantuan sebesar Rp 30 juta kepada warga yang rumahnya rusak akibat bencana alam dan cuaca ekstrem. Empat warga dari berbagai kecamatan menjadi penerima manfaat dalam penyaluran bantuan ini.
Mereka sebelumnya mengalami kerusakan rumah akibat hujan deras disertai angin kencang serta tanah longsor yang melanda beberapa wilayah Magelang dalam beberapa pekan terakhir.
Ketua Baznas Kabupaten Magelang M Kholid As’adi menjelaskan, bantuan kali ini diberikan kepada empat penerima manfaat. Masing-masing adalah Karsiah dari Salamkanci, Bandongan, sebesar Rp 15 juta dan Nursalim dari Prangkoan Temanggung, Kaliangkrik mendapat Rp 5 juta.
Kemudian, warga Temanggal, Tempuran Soir memperoleh bantuan Rp 5 juta dan Rohmad dari Desa Adikarto, Muntilan sebesar Rp 5 juta. Sehingga total bantuan yang disalurkan sejumlah Rp 30 juta. "Kami berharap ini bisa meringankan beban para korban bencana," ujarnya di rumah dinas wakil bupati, Senin (3/11).
Dia mengatakan, penyerahan bantuan itu merupakan bagian dari program Baznas Kebencanaan. Tujuannya untuk membantu warga terdampak musibah sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem.
Terlebih, kata dia, Baznas berkomitmen hadir untuk masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang terkena musibah. "Kami ingin memastikan bahwa dana zakat yang dihimpun benar-benar kembali kepada masyarakat yang berhak," paparnya.
Wakil Bupati Magelang Sahid menuturkan, bantuan yang disalurkan Baznas merupakan wujud kepedulian nyata dan semangat gotong royong dari seluruh elemen masyarakat. Termasuk para muzakki, aparatur sipil negara (ASN), dan masyarakat umum yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas.
Sahid berharap, bantuan tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki rumah atau memenuhi kebutuhan dasar. Sekaligus menjadi dorongan bagi warga agar segera pulih dan bisa beraktivitas kembali.
Dia juga mendorong agar kolaborasi antara pemkab dan Baznas terus diperkuat. "Tidak hanya dalam penanganan bencana, tetapi juga dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat," lontarnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo