KEBUMEN - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kebumen dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kebumen menyalurkan bantuan senilai total Rp 512 juta kepada santri dan guru ngaji. Bantuan diberikan bertepatan apel perayaan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025 Rabu (22/10).
Bantuan tersebut menjangkau berbagai sektor, seperti beasiswa pendidikan 430 santri. Bantuan juga menyasar melalui program rehabilitasi enam unit rumah guru ngaji. Tak hanya itu bantuan turut disalurkan untuk pemberdayaan ekonomi umat ditujukkan 80 pelaku usaha dengan nilai total bantuan Rp 250 juta.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan, HSN 2025 menjadi momentum penting penguatan peran santri sebagai pilar bangsa. Dia berpesan agar santri mampu adaptif terhadap perkembangan zaman. Lilis mendorong agar para santri tidak hanya menguasai kitab kuning. Tetapi harus melek teknologi, sains dan cakap menguasai berbagai bahasa.
Lilis sempat mengapresiasi program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Seperti program makan bergizi gratis (MBG) dan cek kesehatan gratis (CKG) yang selama ini telah menyasar kalangan santri di Kebumen.
"Jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Rawatlah tradisi pesantren, tetapi juga peluklah inovasi zaman," pesan Lilis dalam amanat apel.
Adapun dari total bantuan yang disalurkan juga menyasar 6 KUA, 4 pesantren, 3 madrasah, dan 3 TPA atau TPQ. Selain peduli pendidikan, bantuan juga menyasar program produktif berupa 100 bibit kelapa genjah entok. Lalu 32 ekor kambing yang diserahkan untuk 16 penerima.
Sementara itu, Rais Syuriah PCNU Kebumen KH Afifudin Al Hasani menegaskan, kalangan pesantren tak pernah absen dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara. Pada peringatan HSN 2025 ini menjadi bukti sejarah panjang perjuangan kaum santri dalam mengawal kepentingan bangsa.
Dia berpesan di hari penting ini para santri tetap memegang teguh akar tradisi. "Santri akan menjadi benteng negara ini. Perjuangan dari dulu sampai sekarang sudah tidak disangsikan lagi," bebernya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita