KEBUMEN - Bangunan gedung Puskesmas Mirit sekarang dalam kondisi kian memperihatinkan. Beberapa titik bagian bangunan mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap dan tembok. Hal ini terungkap saat dilakukan tinjauan Komisi B DPRD Kebumen ke puskesmas setempat, Kamis (9/10) sore.
Komisi B melihat langsung kerusakan bangunan yang terjadi di Puskesmas Mirit. Seperti halnya plafon dan atap yang rusak akibat rembesan air hujan.
Meski sebagian sudah diperbaiki dengan anggaran terbatas, kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian. Apalagi menurut Komisi B sudah menyangkut keamanan dan kenyamanan pasien maupun tenaga kesehatan.
Tak hanya itu, anggota dewan melihat sebagian tembok mulai lapuk dan retak. Rombongan komisi juga mendapati tumpukan kardus berisi persediaan infus yang tercecer di ruang pelayanan akibat gudang puskesmas terlalu sempit.
"Kemarin ada laporan, langsung kami cek. Ternyata memang ada beberapa catatan yang perlu ditindaklanjuti," kata Ketua Komisi B DPRD Kebumen Saiful Anwar.
Dalam tinjauan tersebut Saiful bersama rekan anggota dewan telah mendengarkan langsung keluhan yang dirasakan pegawai terkait kondisi puskesmas. Intinya, pegawai puskemas tak bisa berbuat banyak jika dilakukan rehab total bangunan karena menyangkut anggaran.
"Sudah kami tanya. Saya minta mereka jujur, harus ada treatmen apa buat puskesmasnya," jelasnya.
Komisi B, kata Saiful, akan mencari solusi terbaik terkait Puskesmas Mirit. DPRD juga akan melakukan intervensi jika diperlukan perbaikan puskesmas dengan melihat tingkat kerusakan serta kebutuhan alokasi anggaran.
Dia ingin masyarakat merasa aman dan nyaman ketika menagkses layanan kesehatan. "Kami pelajari lagi, kebutuhannya apa. Masih bisa diupayakan karena sekarang sedang pembahasan RAPBD tahun 2026," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Mirit dr Tutut Tyas Wiji Hastuti mengatakan, belum lama ini pihaknya baru melakukan perbaikan di beberapa titik bagian bangunan puskesmas.
Ia mengungkapkan persoalan soal kondisi bangunan kerap muncul ketika musim penghujan. Seperti bagian atap yang bocor hingga plavon rawan ambrol. "Kalau bicara nyaman atau tidak. Belum nyaman dengan kondisi seperti sekarang. Tapi pelayanan tetap yang utama," jelasnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo