MUNGKID – Korban meninggal dunia diduga akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan kembali bertambah. Kali ini merenggut nyawa seorang laki-laki berinisial AR, 40 warga Dusun Brontokan, Danurejo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Dia meninggal pada Kamis (9/10) sekitar pukul 04.15 setelah menjalani perawatan di RSUD Merah Putih.
AR menyusul empat korban lain yang meninggal sehari sebelumnya, yakni R, 34; PI, 41; dan S, 43 yang merupakan warga Dusun Brontokan, Danurejo, Mertoyudan. Serta seorang perempuan berinisial Y, warga Dusun Kujon, Borobudur.
Sebelumnya, dua korban pertama, AS, 26 dan JP, 47 warga Dusun Gedongan Kidul, juga dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (7/10). Dengan demikian, total korban meninggal akibat dugaan miras oplosan mencapai tujuh orang, terdiri dari enam laki-laki dan satu perempuan.
Mereka diketahui mengonsumsi miras secara bersama-sama di sebuah gubuk di Dusun Gedongan Kidul, Bondowoso, Mertoyudan, pada Minggu (5/10) dini hari. Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian dan menelusuri sumber minuman berbahaya tersebut.
Kepala Bidang Pelayanan RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang Hery Sumantyo menjelaskan, para korban datang ke rumah sakit dalam kondisi yang sudah mengkhawatirkan. Gejala yang mereka alami mengarah pada intoksikasi atau keracunan berat akibat alkohol.
"Mereka datang dengan kesadaran menurun, sesak napas, pandangan mata kabur, bahkan ada yang sudah tidak bisa melihat. Itu termasuk gejala keracunan berat," jelas Hery di RSUD Merah Putih, Kamis (9/10).
Dia menyebut, pasien pertama masuk ke RSUD Merah Putih pada Selasa (7/10) dini hari, disusul pasien lain pada Rabu (8/10). Meski telah ditangani secara komprehensif sesuai prosedur medis, kondisi para pasien terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.
"Diagnosanya intoksikasi akibat minuman beralkohol, karena kadar asam dalam tubuh mereka sangat tinggi," ungkapnya.
Dari empat pasien yang dirawat di RSUD Merah Putih, seluruhnya meninggal dunia. Saat ini, tidak ada lagi pasien baru dengan gejala serupa. Keempat pasien tersebut juga sudah dibawa pulang oleh keluarganya.
Kapolsek Mertoyudan AKP Aris Mulyono membenarkan, ada satu orang lagi yang meninggal dunia diduga akibat miras oplosan. Sehingga total ada tujuh korban meninggal dunia. Polisi telah mengamankan barang bukti berupa sisa cairan miras oplosan di lokasi kejadian.
Dia menambahkan, keterangan para saksi menunjukkan bahwa seluruh korban tergabung dalam satu kelompok yang menenggak minuman tersebut pada Minggu (5/10) dini hari. Setelahnya, satu per satu mengalami gejala serupa sebelum akhirnya meninggal dunia.
"Kami masih dalami asal usul miras tersebut, termasuk siapa penjualnya. Dari informasi sementara, miras itu dibeli dengan sistem COD," ujar Aris. (aya)
Editor : Iwa Ikhwanudin