KEBUMEN - Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat program makan bergizi gratis (MBG) di Kebumen telah menjangkau 166 ribu penerima manfaat. BGN manyatakan akan terus mendorong optimalisasi prorgam ini agar dapat menyasar sesuai target sebanyak 238 ribu penerima manfaat.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Wilayah Jogja dan Jawa Tengah Selatan Harsono Budi Waluyo mengatakan, ketercakupan program MBG di Kebumen terus menunjukkan progres positif. Kendati begitu, masih butuh adanya pemerataan dapur untuk menjangkau seluruh target penerima program MBG.
"Per hari ini 61 dapur MBG dengan penerima sebanyak 166 ribu," katanya saat fasilitasi pendampingan perizinan Sertifikat Laik Higienie Sanitasi (SLHS) di Pendopo Kabumian, Kamis (2/10).
Harsono mengatakan, idealnya satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau sering juga disebut dapur MBG di Kebumen ada sebanyak 89 unit. Dari jumlah ini diharapkan dapat menjangkau seluruh target penerima yang telah ditentukan, mulai dari jenjang pendidikan usia dini, sekolah dasar, menengah hingga atas.
"Proyeksinya dari dapur yang ada bisa untuk 238 ribu lebih penerima. Nanti secara bertahap," jelas dia.
Selain pemerataan, kata Harsono, BGN juga akan terus memantau tata kelola dan kelaikan dapur sebagai mitra program MBG. Hal ini dinilai penting sebagai antisipasi peristiwa keracunan yang ujungnya dapat merugikan masyarakat.
Dia juga mengajak masyarakat terlibat aktif dalam pelaksanaan program MBG untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul tanpa problem malnutrisi dan kekurangan gizi. "Poinnya dari BGN, program MBG ini harus diwujudkan dengan zero accident. Tidak boleh ada," tegasnya.
Saat ini, lanjut dia, BGN masih manunggu SPPG di Kebumen dalam memproses pengurusan sertifikat laik higienie sanitasi (SLHS). Sebab, dari 61 dapur yang beroperasi baru tiga dapur yang telah mengantongi sertifikat SLHS.
"Tidak sekadar sertifikat, tapi benar-benar sesuai kualitas san fungsi. Kami tidak ingin by pass pengujian. Semua tahapan harus dilewati," ujarnya.
Harsono juga menyampaikan permohonan maaf terkait insiden keracunan masal yang menimpa ratusan pelajar di Kecamatan Petanahan. BGN memastikan akan terus berbenah diri agar program MBG dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. "Kami menerima segala masukan dan kritikan," ucapnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kebumen Y Anifudin meminta seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG tidak mengabaikan aspek-aspek yang menyangkut keamanan dan keselamatan masyarakat.
Dia menyatakan peristiwa keracunan di Kecamatan Petanahan cukup menjadi pembelajaran agar tidak terulang di kemudian hari. "Harus pastikan semua sesuai prosedur ketentuan. Bahan baku, produksi dan distribusi wajib steril," terangnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo