KEBUMEN - Sebanyak 1.300 guru Sekolah Dasar (SD) dari 26 kecamatan di Kebumen mendapat pembekalan khusus mengenai program Sekolah Aman Bencana. Kegiatan ini sengaja digelar sebagai langkah antisipasi sekaligus kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan dalam menghadapi potensi bencana.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen Luhur Rahpinuji menyatakan pentingnya tenaga pendidik punya kemampuan dalam deteksi dini sekaligus penanganan bencana. Apalagi di Kebumen sendiri masuk kategori wilayah rawan bencana.
"Kebumen ini disebut supermarket bencana. Longsor, banjir, gempa bumi, tsunami itu potensi. Praktis, kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan," kata Luhur, Selasa (30/9).
Dijelaskan, selama kegiatan para guru dibekali pemahaman dan keterampilan pencegahan bencana, penanganan darurat, serta langkah pascabencana. Peserta yang hadir juga mengikuti simulasi penyelamatan mandiri dan evakuasi korban terdampak bencana.
Dengan begitu guru dapat praktik secara langsung prosedur keselamatan terkait penanganan bencana. "Para peserta dibagi dalam empat kelas untuk mengoptimalkan proses belajar," bebernya.
Luhur menjelaskan, dari program Sekolah Aman Bencana ini guru dituntut paham dengan berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di wilayahnya. Dia berpesan selepas pelatihan, para guru dapat menularkan ilmu kesiapsiagaan bencana kepada seluruh warga sekolah.
Utamanya terkait kemampuan penyelamatan diri ketika terjadi bencana. "Ke depan, kami berharap pelatihan seperti ini tidak hanya menyasar sekolah, tetapi juga perguruan tinggi," jelas Luhur.
Salah satu peserta Mahmudin, 39, mengaku dapat belajar banyak tentang cara evakuasi dan pertolongan pertama dalam menghadapi bencana. Pelatihan tersebut juga banyak memberikan pengalaman baru terkait tanggap bencana.
Menurutnya, edukasi tanggap bencana perlu diberikan sejak dini agar anak didik memiliki karakter yang peduli, berani dan sigap ketika terjadi bencana. "Perlu ditekankan nanti di sekolah. Bagaimana guru dan siswa manakala ada gempa dan sebagainya," ucap guru di SD Kutowinangun itu. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo