Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Saat Ada Kasus Keracunan MBG, Polres Kebumen Diminta Gagah seperti Tangani Kericuhan DPRD

Muhammad Hafied • Selasa, 30 September 2025 | 15:05 WIB
Sejumlah pelajar mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Petanahan, Kamis (25/9) malam. Mereka terbaring lemas karena keracunan usai mengonsumsi hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sejumlah pelajar mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Petanahan, Kamis (25/9) malam. Mereka terbaring lemas karena keracunan usai mengonsumsi hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

KEBUMEN - Praktisi Hukum Teguh Purnomo angkat bicara soal insiden keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar di Kecamatan Petanahan pada Kamis (25/9) lalu. Dia pun menunggu aparat kepolisian bekerja secara profesional untuk mengungkap peristiwa yang sebenarnya terjadi.

Teguh menegaskan, tidak ada alasan bagi polisi menutup mata atas peristiwa keracunan masal. Dalam hal ini polisi punya tanggungjawab moral kepada masyarakat untuk menyampaikan rangkaian peristiwa yang terjadi.

Apalagi dalam insiden keracunan ini menyangkut nyawa manusia. "Saya kira Polres Kebumen memang harus proaktif ya. Mereka punya legitimasi secara hukum untuk penyelidikan dan penyidikan," jelas Teguh kepada Radar Jogja, Senin (29/9).

Menurut Teguh, institusi Polri akan menjadi sorotan publik jika kasus keracunan massal hanya menguap begitu saja. Masyarakat, kata dia, tentu akan menilai kinerja kepolisian dalam mengungkap kasus yang mengancam nyawa 101 pelajar. Dia pun berharap, kasus ini dapat dibuka secara gamblang seperti halnya kasus lain yang kerap diekspos Polres Kebumen. "Gagahlah seperti kemarin menangani perkara kericuhan di DPRD," tandasnya.

Mantan aktivis LBH Jogjakarta itu khawatir, jika aparat kepolisian tidak mengambil sikap, justru akan menjadi bola liar di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kepolisian perlu hadir menjawab keresahan masyarakat. Terlepas dalam peristiwa keracunan tersebut terdapat unsur pidana atau tidak.

"Prinsipnya jangan terus sekarang tidak ada tindakan apa pun. Ini menjadi sebuah spekulasi besar. Polisi tidak bertindak karena ada benteng besar atau pihak lain yang sulit ditembus atau karena apa. Ini menjadi pertanyaan," ucap Teguh yang juga Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Kebumen.

Terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Kesehatan Kebumen Rudiyanto menyampaikan, hingga sekarang pihaknya masih menunggu hasil sampel makanan yang dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BB Labkesmas) Jogja.

Sampel menu Makan Bergizi Gartis (MBG) tersebut akan dicek secara detail untuk memastikan penyebab keracunan yang dialami ratusan pelajar. "Dilakukan identifikasi bakteri patogen. Dicek bakteri yang membuat mual dan muntah," katanya.

Sejauh ini, lanjut Rudiyanto, peralatan di laboratorium kesehatan yang digunakan untuk mengecek bakteri masih terbatas. Sehingga butuh peralatan penunjang lain yang berada di luar daerah. "Sampel dibawa Jumat pagi. Di sana modelnya pakai hari kerja, kemungkinan Senin diproses," bebernya. (fid/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#keracunan mbg #Mbg #kebumen #polres #Kericuhan DPRD #Polisi #LBH Jogjakarta #Gagah #pelajar #stis #Nyawa #Teguh Purnomo #praktisi hukum