MUNGKID – Hujan disertai angin kencang melanda Desa Krincing, Secang, Kabupaten Magelang, Minggu (28/9/2025) sore.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.15 itu menyebabkan 86 rumah warga terdampak. Tiga di antaranya mengalami kerusakan sedang hingga berat.
Sehari pascakejadian, suasana Dusun Kerten dipenuhi warga yang bahu-membahu membersihkan puing-puing rumah dan memperbaiki atap yang beterbangan.
Aroma masakan dari dapur umum tercium, menjadi penopang semangat warga yang bergotong royong.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Wasono menjelaskan, dampak bencana tersebar di beberapa dusun.
Di Dusun Kerten tercatat ada 37 rumah rusak, Dusun Krincing 22 rumah, Dusun Ngloji 24 rumah, serta Dusun Padan tiga rumah.
Satu di antaranya milik Sobirin, warga Dusun Kerten. "Yang bersangkutan sudah kami ungsikan bersama keluarganya ke rumah kerabat, sambil menunggu perbaikan," kata Edi saat ditemui di lokasi, Senin (29/9/2025).
Edi menambahkan, meski bencana itu cukup luas dampaknya, beruntung tidak ada korban jiwa.
BPBD bersama warga dan relawan segera melakukan kerja bakti membersihkan material dan mendirikan dapur umum di Dusun Kerten. "Dari sana, makanan akan didistribusikan ke dusun-dusun lain," ujarnya.
Meski kondisi mulai berangsur normal, BPBD tetap mengingatkan warga agar selalu waspada menghadapi cuaca ekstrem.
Menurut prakiraan, hujan disertai angin kencang dan petir masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Magelang.
Edi juga mengimbau warga untuk mengoptimalkan peran organisasi desa agar selalu siaga. "Kesiapan di tingkat lokal sangat penting untuk mengantisipasi bencana," tutur Edi.
Baca Juga: Oknum Guru Terlibat Karaoke dengan Smart TV Bantuan Presiden, DPR Turut Soroti
Salah satu warga terdampak, Sobirin, 50 mengaku masih syok melihat rumahnya ambruk diterpa angin.
Rumah berukuran 6x11 meter yang berdiri dua lantai itu hanya berbahan papan dengan atap galvalum dan asbes. Ketika angin kencang datang, praktis konstruksi rumah tidak mampu bertahan.
Dia menyebut, bencana angin kencang itu terjadi sekitar pukul 16.00. Saat itu, rumahnya menjadi tempat untuk arisan warga.
"(Cuaca) langsung gelap, hujan, dan tiba-tiba ada angin yang semakin kencang. Tembok rumah langsung ambruk dan kami menyelamatkan diri," lontarnya.
"Kami berlima tidur di rumah pakde. Untuk kerugian, saya belum bisa menghitung karena kondisi masih porak-poranda," ucapnya.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menegaskan, pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat pascakejadian angin kencang di Desa Krincing. Mulai dari penanganan darurat hingga rencana pemulihan.
Menurutnya, yang terpenting sekarang adalah logistik dan tempat tinggal sementara bagi warga.
"Untuk yang rumahnya rusak berat, sementara mengungsi ke tetangga agar bisa beristirahat dengan nyaman," kata Grengseng.
Dia memastikan, BPBD bersama Baznas, PDAM, dan Bank Bapas 69 sudah menyalurkan bantuan darurat.
Pemkab ingin memastikan semua kebutuhan dasar warga tercukupi. "Dengan kerja bakti warga, saya yakin perbaikan bisa selesai dalam waktu tidak lama," tambahnya. (aya/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita