MUNGKID - Diberlakukannya Perpres Nomor 101 Tahun 2024 terkait Tata Kelola Kompleks Candi Borobudur menjadi tantangan bagi pengembang pariwisata setempat. Mengingat tujuan utama perpres adalah pelestarian dan pengembangan cagar budaya, pemanfaatan untuk kesejahteraan rakyat, hingga pariwisata berkelanjutan.
Untuk itu, pemerintah daerah bersama masyarakat memilih strategi dengan memperbanyak event budaya di kawasan Borobudur. Salah satunya lewat Borobudur Night Carnival (BNC) 2025. Selain itu, ada pula Festival Lampion Waisak, Borobudur Marathon, Fertival Tridaya Mandala Borobudur, Ruwat Rawat Borobudur, dan Borobudur International Festival.
Baca Juga: UAJY Rayakan Dies Natalis Ke-60 dengan Semangat Sinergi untuk Indonesia Maju
"Harapannya sederhana, semakin banyak event, semakin banyak kunjungan, dan dari situlah kesejahteraan bisa diperoleh masyarakat," jelas Camat Borobudur Subiyanto kemarin (28/9).
Sejak awal, BNC dirancang dengan semangat kolaborasi. Subiyanto menyebut, konsep yang diusung adalah 'dari kita, oleh kita, untuk kita'. Melibatkan berbagai komunitas, seniman, hingga pelaku UMKM lokal.
Parade budaya malam di Borobudur kali ini diikuti 28 kontingen yang menampilkan beragam atraksi. Mulai dari tari tradisional, musik etnik, hingga pertunjukan kontemporer yang dipadukan dengan teknologi cahaya.
Lebih dari sekadar hiburan, kegiatan ini disebut Bupati Magelang Grengseng Pamuji sebagai ruang inklusif yang membuka dialog antartradisi, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat sekitar. "Melalui karnaval ini kita menghormati nilai-nilai universal di dalamnya, yakni kedamaian, kebijaksanaan, dan harmoni," katanya.
Menurutnya, BNC tidak hanya menjadi tontonan, melainkan juga tuntunan bagi generasi muda. Dia juga menekankan pentingnya menjadikan kawasan Borobudur sebagai ruang yang inklusif. Karena wisatawan dari berbagai latar belakang dapat merasa diterima, sekaligus mengapresiasi budaya lokal.
"Inklusivitas adalah kunci. Semakin terbuka Borobudur, semakin besar daya tariknya bagi wisatawan. Ujungnya adalah kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Editor : Sevtia Eka Novarita