Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro Nilai Insiden Keracunan MBG Janggal, Minta Diusut sampai Tuntas

Muhammad Hafied • Senin, 29 September 2025 | 03:00 WIB

 

 

Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro
Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro
 

KEBUMEN - Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro ikut menyoroti insiden keracunan ratusan pelajar di wilayah Kecamatan Petanahan. Dia menilai peristiwa tersebut menyimpan kejanggalan. Sebab dari 3.000 pelajar yang menyantap menu makan bergizi gratis (MBG), hanya 101 yang mengalami keracunan.

"Saya pelajari agak aneh. Satu unit dapur yang terkena hanya 101," ucapnya saat ditemui Jumat (26/9).

Dalam kasus keracunan ini, Darori sengaja bertolak dari Gedung Senayan untuk mengecek langsung kondisi pasien. Dia juga masih menanti hasil uji laboratorium sampel menu MBG untuk mengetahui pasti penyebab keracunan. "Saya rasa janggal. Perlu investigasi supaya lebih hati-hati," ungkap Darori yang juga mantan Dirjen Kementerian Kehutanan.

Sebagai wakil rakyat, dia mengaku kecewa dan prihatin atas kejadian keracunan pelajar usai menyantap menu MBG. Politisi senior Partai Gerindra ini menegaskan insiden keracunan dalam pelaksanaan MBG tidak bisa dianggap enteng. "Kan masaknya jadi satu. Ini jadi tanda tanya. Kalau kena, kan semua. Ini ada apa," sambungnya.

Darori juga mendengar isu maraknya kasus keracunan menu MBG ini karena disabotase. Kendati begitu, dia tak ingin berspekulasi lebih jauh. Justru yang menurutnya mendesak saat ini pihak-pihak terkait perlu berbenah diri.

Dia tak ingin rakyat menjadi korban akibat adanya program pemenuhan gizi yang sedang digulirkan pemerintah. Dia pun meminta segera dilakukan evaluasi dan investigasi secara menyeluruh. Bahkan dia berpendapat perlu ada pembatasan maksimal order paket menu setiap dapur progam MBG.

"Apakah nanti paketnya dikurangi, satu tempat masak hanya maksimum 1.000 porsi. Pengantenan saja terkadang tidak sampai segitu," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kebumen Iwan Danardono menyatakan, pasien yang mengalami keracunan sudah mulai membaik setelah mendapatkan perawatan medis. Dia memastikan tidak ada tarikan biaya selama pasien menjalani perawatan.

Ke depan, kata dia, monitoring ke dapur MBG akan lebih diperketat sebagai antisipasi terjadinya kasus serupa. "Semua, bahan baku, pengolahan dan distribusi harus benar-benar dipastikan," ungkapnya. (fid/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Mbg #kebumen #Kecamatan Petanahan #Darori Wonodipuro #anggota komisi IV DPR RI #pelajar #keracunan #keracunan massal #Makan Bergizi Gratis (MBG)