KEBUMEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen memberikan pelatihan kepada relawan terkait penanganan bencana air atau water rescue. Pelatihan ini digelar agar relawan terampil dalam menjalankan misi penyelamatan saat terjadi bencana maupun kondisi darurat di perairan.
Kepala Pelaksana BPBD Kebumen Udy Cahyono mengatakan, pelatihan penyelamatan di perairan cukup penting mengingat Kebumen termasuk wilayah rawan bencana banjir. Lewat kemampuan yang dimiliki relawan diharapkan dapat sigap memberikan pertolongan dengan aman dan nyaman.
"Penguatan kapasitas relawan ini penting, karena mereka garsa terdepan penanganan bencana," jelasnya Rabu (24/9).
Udy menyampaikan, kedaruratan di air perlu disikapi dengan perhitungan dan pertimbangan secara cermat. Dengan begitu relawan atau petugas SAR dapat memilih metode paling tepat untuk mengurangi risiko dalam tindakan penyelamatan.
Ditegaskan, pelatihan penyelamatan di perairan merupakan bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hideromteorologi. Dari kemampuan yang dimiliki, upaya penyelamatan diharapkan dapat lebih efektif dan efisien. "Kalau relawan punya pengetahuan, mereka dapat ambil keputusan tepat dan cepat," kata Udy.
Pelatihan water rescue ini berlangsung di area Waduk Sempor. Adapun 45 peserta pelatihan berasal dari 17 unsur relawan SAR di wilayah Kebumen. Mereka dibimbing langsung mentor berpengalaman dari BPBD Kebumen dan Basarnas Cilacap.
Dalam pelatihan relawan dibekali teori dasar keselamatan air. Relawan juga diberi kesempatan praktik langsung di lapangan. Seperti teknik berenang, penggunaan peralatan pendukung hingga simulasi evakuasi korban. "Semakin sering dilakukan, semakin terasah kemampuan relawan," kata Pelatih Water Rescue dari Basarnas Cilacap Rowidin. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita