Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Datangi Kantor Dewan Kebumen, Guru Honorer R5 Berharap Tetap Ada Afirmasi pada Proses Seleksi Pengusulan Tenaga Paruh Waktu

Muhammad Hafied • Selasa, 16 September 2025 | 05:05 WIB

Rombongan tenaga pendidik R5 datang ke gedung DPRD Kebumen untuk menyuarakan aspirasi terkait kejelasan status, Jumat (12/9). (M Hafied/Radar Jogja)   
Rombongan tenaga pendidik R5 datang ke gedung DPRD Kebumen untuk menyuarakan aspirasi terkait kejelasan status, Jumat (12/9). (M Hafied/Radar Jogja)  

KEBUMEN - Perwakilan guru honorer kategori R5 sempat mendatangi gedung DPRD Kebumen pada Jumat (12/9) siang. Kedatangan mereka untuk menyuarakan aspirasi terkait kejelasan   setelah sekian lama menempuh pengabdian.

Dalam pertemuan itu para guru yang tergabung dalam Asosiasi Guru R5 Kebumen bersuara terkait pengusulan tenaga paruh waktu. Mereka juga menitip harapan agar ke depan tetap ada afirmasi pada proses seleksi berikutnya bagi guru yang telah mengabdi. Ditegaskan, mereka datang tidak untuk menagih terkait afirmasi seperti termuat dalam judul artikel Radar Jogja, pada Jumat (12/9).

Baca Juga: Sempat Tertinggal di Babak Pertama, PSS Sleman Akhirnya Menang 2-1 atas Persiba Balikpapan

Perwakilan asosiasi juga tidak membenarkan narasi yang menyebutkan permintaan adanya prioritas Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) agar tidak tersingkir ketika ada penataan guru PPPK di setiap sekolah.

Sebab NUPTK tidak ada kaitannya dengan pergeseran posisi guru ketika ada penataan guru PPPK. "Ya mungkin kemarin ada kesalahpahaman. Kami itu menyampaikan aspirasi, bukan menagih," kata Ketua Asosiasi Guru R5 Kebumen Rizki Saputra melalui sambungan seluler, Senin (15/9).

Baca Juga: Bupati Kulon Progo Agung Setyawan Optimistis TKD Tidak Berkurang

Mereka hanya menyampaikan aspirasi untuk diberikan bantuan dan kemudahan dalam pengajuan NUPTK dengan harapan agar honor guru honorer dapat diusulkan dari dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). "Dalam arti, memohon supaya guru honorer seperti kami yang sudah mengabdi ini tetap diperhatikan," lanjutnya.

Selain itu, asosiasi juga memberikan pelurusan informasi. Di mana sebelumnya disebutkan jika permintaan belum dapat terpenuhi, ketua asosiasi bersama rekan lain meminta adanya afirmasi untuk jalur afirmasi NUPTK. Adapun pernyataan sebenarnya ialah jika aspirasi belum dapat dipenuhi terkait pengusulan tenaga paruh waktu, mereka berharap untuk afirmasi di tahun depan bagi guru honorer yang sudah mengabdi tetap ada.

Baca Juga: Adu Banteng Motor vs Truk di Salaman Kabupaten Magelang, Dua Remaja asal Purworejo Tewas

Disampaikan juga harapan agar dalam pengusulan NUPTK dapat dibantu, sehingga honor para guru honorer dapat dianggarkan dari dana BOSP. Sebab sampai saat ini honor yang diterima dari komite sekolah bukan dari anggaran BOSP.

Asosiasi guru honorer R5 ini juga berharap Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) mendengar aspirasi bahwa masih banyak guru honorer di Kebumen belum terusulkan menjadi tenaga PPPK paruh waktu. Adapun secara rinci jumlah guru honorer R5 di Kebumen sebanyak 176 orang. Mereka rata-rata telah mengabdi di atas dua tahun. (fid)

Informasi ini sebagai hak koreksi dan hak jawab dalam pemberitaan berjudul 'Bukan Sekadar Status, Guru R5 di Kebumen Tagih Afirmasi dan Perlindungan' yang telah tayang di online Radar Jogja pada Jumat 12 September 2025. Pemuatan berita ini juga menjadi bagian kami dalam menjalankan ketentuan Undang-Undang Pers.

Editor : Sevtia Eka Novarita
#guru honorer #Asosiasi Guru R5 Kebumen #dprd kebumen #afirmasi #Guru #Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan #Tenaga #NUPTK #R5 #pengusulan #guru pppk #pertemuan #pengabdian #paruh waktu