MAGELANG – Pemkot Magelang berencana mengkaji reaktivasi atau pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling). Langkah ini menindaklanjuti arahan dari Kemendagri menyusul adanya peningkatan kebutuhan partisipasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Terutama pascaaksi unjuk rasa pada 29 Agustus lalu.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengutarakan, sebagai respons dampak unjuk rasa beberapa waktu lalu, pemkot mengambil langkah untuk mengkaji reaktivasi siskamling. "Apakah perlu dituangkan dalam bentuk instruksi atau cukup imbauan," bebernya, Jumat (12/9).
Baca Juga: Sabet 37 Medali, Kabupaten Sleman Juara Umum Cabor Atletik di Porda XVII 2025
Sebetulnya, kata dia, siskamling di masing-masing kelurahan sudah ada. Hanya saja, perlu digerakkan kembali. Supaya keberadaannya dapat lebih memberikan keamanan dan kenyamanan warga di Kota Magelang, khususnya setelah adanya aksi demonstrasi di wilayah alun-alun.
Bahkan, aksi yang diikuti ratusan massa dan didominasi kalangan remaja itu, sempat mengakibatkan kerusakan ringan di Mapolres Magelang Kota. Ada pula fasilitas umum seperti pot tanaman milik pemkot juga rusak. Beruntung, kerusakannya bisa dikatakan kecil.
Meski demikian, Damar menegaskan, situasi di wilayahnya tetap terkendali. Pemulihan berjalan cepat berkat koordinasi lintas sektor dan dukungan berbagai pihak. "Insyaallah akan banyak pihak, termasuk dunia usaha, yang turut membantu pemulihan melalui semangat gotong royong," ujarnya.
Di satu sisi, Kemendagri saat ini memantau seluruh wilayah, terutama daerah yang terdampak aksi anarkis. Dalam konteks tersebut, pengaktifan kembali siskamling dinilai penting sebagai bentuk deteksi dan respons dini berbasis partisipasi warga. (aya)
Editor : Heru Pratomo