MUNGKID - Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispeterikan) Kabupaten Magelang menginisiasi kawasan spawning dan nursery ground di Desa Pasangsari, Windusari. Program ini diproyeksikan menjadi langkah strategis untuk menjaga habitat ikan lokal supaya tetap lestari sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
Sekretaris Desa Pasangsari Edi Masruri mengatakan, inisiatif ini tidak sekadar menambah ruang hidup bagi ikan-ikan endemik. Namun, kawasan spawning diharapkan mampu menjamin siklus pemijahan, keberlangsungan populasi, hingga meningkatkan rekruitmen alami ikan di Sungai Gleyor.
Nantinya, kata dia, kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) bakal menjadi garda terdepan dalam menjaga kawasan perlindungan ikan. "Karena itu, anggotanya melibatkan perangkat desa, BUMDes, komunitas pemancing, karang taruna hingga tokoh masyarakat," katanya Rabu (10/9).
Selain membentuk kelompok pengawas, forum juga menyepakati batas wilayah perlindungan yang membentang dari bawah Curug Gleyor. Meliputi Dusun Kwayuhan Kidul dan Brigasan Kidul, hingga Jembatan Semawang di Dusun Brigasan Lor.
Untuk memperkuatnya, pemerintah desa akan merevisi peraturan desa (perdes) agar mencantumkan pasal khusus tentang pelestarian sungai. Sosialisasi kepada warga ditargetkan mulai Oktober.
Dispeterikan juga menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang untuk memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah di aliran sungai. Pada pencanangan resmi program nanti, restocking ikan lokal dijadwalkan dilakukan sebagai simbol dimulainya upaya kolektif menjaga ekosistem perairan.