PURWOREJO - Tiga bocah asal Desa Bubutan, Kecamatan Purwodadi dilaporkan terseret arus Sungai Bogowonto pada Kamis (4/9) sore. Dalam peristiwa ini satu korban meninggal dunia, sedangkan dua korban lain berhasil diselamatkan.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Purworejo Sutijoso Brahmanto menyebut, ketiga korban adalah Dzaky Ghighaisan (10) Nur Rizki (11) dan Yusuf Mustakim (9).
Ketiganya dilaporkan hanyut terserat arus Sungai Bogowonto sekitar pukul 15.00. "Sudah kami koordinasi dengan polsek dan pemdes. Upaya kaji cepat langsung di lokasi kejadian," katanya sata dihubungi Radar Jogja, Jumat (5/9).
Sutijoso menjelaskan, kejadian nahas ini bermula ketika ketiga korban sedang memancing di aliran Sungai Bogowonto. Selepas itu mereka berinisiatif mandi dengan cara menjajaki aliran sungai.
Namun tak disangka ketika mereka saling bergandengan tangan, satu korban bernama Agha Dzaky Ghighaisan justru terjebak lubang aliran sungai yang dalam. Kondisi ini mengakibatkan dua korban lain ikut terseret ke dasar sungai.
Warga setempat yang mendengar teriakan dari arah sungai lalu bergegas memberikan pertolongan. Sacara bergantian korban berhasil diselamatkan.
Namun, nyawa korban bernama Agha Dzaky Ghighaisan tak tertolong setelah terseret derasnya arus Sungai Bogowonto. "Karena tidak bisa berenang, korban itu panik dan berteriak minta tolong. Datanglah warga menolong," jelas Sutijoso.
Saat ini, lanjutnya, korban meninggal langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Sedangkan korban selamat, Nur Rizki sempat dirujuk ke RSUD Tjokronegoro karena mengalami trauma. Lalu, satu korban lain Yusuf Mustakim telah kembali ke rumah.
Sutijoso mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat kondisi arus sedang deras. Hal ini penting guna menghindari potensi kecelakaan air yang kerap terjadi di aliran sungai. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo