KEBUMEN - Pasukan pengamanan yang terdiri dari unsur TNI-Polri segera ditarik mundur dari gedung DPRD Kebumen. Para personel akan kembali ke satuan masing-masing seiring situasi berangsur kondusif pasca insiden kerusuhan.
Sekretaris DPRD Kebumen Munadi menyampaikan, penarikan personel pengamanan di gedung dewan dijadwalkan esok hari. Kendati begitu, kewaspadaan tetap menjadi skala prioritas di tengah masa pemulihan kondusifitas wilayah. "Bilangnya Pak Dandim, Jumat sudah ditarik. Tapi kami tetap komunikasi. Jika ada ancaman bahaya langsung telpon," jelasnya kepada Radar Jogja, Kamis (4/9).
Munadi menegaskan, kembalinya personel pengamanan dari gedung dewan bukan berarti lengah. Dalam hal ini pihaknya tetap memperhatikan aspek keamanan dengan menambah kekuatan personel Satpol PP di pos jaga. Selain itu ada pemberlakuan piket pegawai secara bergilir selama 24 jam. "Nanti dari satpol lebih banyak personel. Sementara waktu tenaga piket juga ditambah," katanya.
Saat ini, lanjut Munadi, jajaran sekretariat dewan masih terus membenahi sarana dan prasarana yang rusak pasca-diamuk massa. Seperti kerusakan pada pintu gerbang, jendela, pos jaga dan plang kantor. "Yang rusak sudah cicil diperbaiki. Tinggal jendela, itu kan pecah. Nunggu kaca datang," jelas Munadi.
Hingga Rabu (3/9) malam, personel gabungan TNI-Polri masih mengintensifkan patroli skala besar. Patroli ini menyasar titik rawan gangguan keamanan di wilayah Kebumen. Selepas patroli, masing-masing personel melanjutkan penjagaan di gedung dewan. Selain aparat keamanan, gedung DPRD juga tampak dijaga sejumlah organisasi kemasyarakatan.
Sementara itu, Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman mengatakan, patroli skala besar dilakukan untuk menjamin rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Dia memastikan jajaran Polres Kebumen bersama Kodim 0709/Kebumen akan terus bekerja keras dalam menciptakan kondusifitas wilayah. "Intinya kami ingin masyarakat bisa beraktivitas tanpa rasa khawatir," bebernya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo