KEBUMEN - Petani di Kecamatan Karangsambung dikenalkan sistem pompa air bertenaga listrik berbasis internet. Terobosan baru ini akan menjadi solusi petani dalam menggarap lahan melalui campur tangan teknologi.
Penerapan teknologi terbarukan di sektor pertanian ini merupakan hasil inovasi PT PLN (Persero) untuk para petani. Perusahaan negara ini hadir untuk membawa kemudahan bagi petani dengan memanfaatkan teknologi berbasis Internet of Things (IoT). "Pasti akan ada penghematan pada biaya operasional petani, terutama dari ongkos pengairan," jelas Manager PLN UP3 Cilacap Aditya Setiawan, saat peresmian Kawasan Pertanian Pintar di Desa Kedungwaru, Kecamatan Karangsambung, Rabu (27/8).
Baca Juga: Loncat dari Jembatan Muktisari, Warga Srepeng, Kedawung, Kebumen Ditemukan Tewas
Aditya membeberkan, PLN ingin menghadirkan teknologi pertanian tepat guna. Salah satunya melalui mesin pompa air yang semula berbahan bakar solar, kini beralih ke tenaga listrik berbasis IoT. Dijelaskan, dari teknologi ini kelompok tani akan lebih mudah mengambil keputusan mengenai kapan dilaksanakan penyiraman dan otomatisasi penyiraman. "Program ini mampu mengaliri sekitar 25 hektar lahan pertanian," katanya.
Dia menjelaskan, banyak manfaat yang dapat diambil dari penerapan IoT di sektor pertanian. Selain biaya murah, sistem ini juga ramah lingkungan. Aditya bersyukur program ini disambut baik para petani. Dia berharap, inovasi teknologi tepat guna dari PLN ini dapat mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. "Harapannya biaya dapat ditekan hingga 40 persen. Lalu setahun bisa panen dua sampai tiga kali" tutup Adit.
Baca Juga: Mencegah Penghilangan Alat Bukti, Giliran BUKP Galur Digeledah Kejari Kulon Progo
Sementara itu, Camat Karangsambung Siti Nuriatun Faoziyah mengapresiasi peran serta PLN dalam mendukung kemajuan sektor pertanian di wilayah Karangsambung. Ia mengungkapkan, sebelumnya para petani mengairi sawah menggunakan genset. Namun sekarang terdapat aternatif lain menggunakan listrik berbasis IoT.
Nuriatun optimis melalui sentuhan teknologi, para petani akan lebih mudah dan murah dalam menggarap lahan. Dampaknya dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. "Petani dapat mengurangi emisi dari genset. Kelebihan lain efisiensi biaya produksi," ujarnya. (fid)
Editor : Sevtia Eka Novarita