MAGELANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang mengambil langkah tegas untuk mengembalikan marwah Mal Pelayanan Publik (MPP) sebagai garda terdepan pelayanan birokrasi. Hal ini ditandai dengan penandatanganan pakta integritas antara Wali Kota Magelang Damar Prasetyono bersama pimpinan tenant MPP Kota Magelang di Pendopo Pengabdian Kamis (31/7).
Penandatanganan ini bukan sekadar seremonial. Justru menjadi simbol pembaruan komitmen kolektif seluruh penyelenggara layanan publik di MPP. Agar kembali ke ruh pelayanan yang humanis, profesional, dan berintegritas. Sebab, ada sejumlah tantangan yang kini mesti dihadapi.
Tantangan itu mulai dari tenant yang kosong, petugas yang tidak disiplin hadir, hingga melemahnya semangat melayani. Menurut Damar, persoalan itu bukan hanya soal pelayanan lambat. Tapi soal kepercayaan publik yang bisa terkikis jika dibiarkan.
"Karena itu saya minta semua pihak di MPP menyadari kembali bahwa kehadiran dan integritas adalah fondasi pelayanan publik," tegas Damar.
Dia juga mengingatkan bahwa MPP bukan sekadar kumpulan loket. Melainkan wajah birokrasi Kota Magelang yang seharusnya mencerminkan sistem yang bersih, mudah diakses, dan solutif.
Dalam kesempatan itu, dia menekankan empat prinsip penting. Pertama, kedisiplinan kehadiran petugas sebagai bukti tanggung jawab. Kedua, kepatuhan pada standar prosedur tanpa improvisasi membingungkan.
Kemudian, pentingnya membangun kolaborasi antar-tenant agar MPP menjadi sistem layanan terpadu, bukan hanya deretan meja. Terakhir, komitmen tegas terhadap anti gratifikasi.
"Kita adalah pelayan, bukan pihak yang harus dilayani," tandas Damar.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Magelang Susilowati menambahkan, penandatanganan pakta ini merupakan upaya menyatukan persepsi pelayanan yang berkomitmen pada anti gratifikasi dan optimalisasi layanan publik.
"Kami ingin MPP menjadi tempat pelayanan yang tidak hanya cepat dan mudah, tapi juga bebas dari praktik-praktik tidak etis. Ini cita-cita sejak awal didirikannya MPP," ujarnya.
Dengan langkah ini, pemkot berharap, MPP kembali menjadi simbol pelayanan publik yang terpercaya dan membanggakan. Pakta integritas hari itu bukan akhir, tapi awal dari upaya perbaikan yang lebih serius dan menyeluruh. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita