MUNGKID - Rencana penambahan kuota kunjungan ke struktur utama Candi Borobudur akhirnya mulai menemui titik terang. Pemerintah bersama pengelola menambah jumlah pengunjung yang diperbolehkan naik ke bangunan candi. Dari yang semula 1.200 orang per hari, kini naik menjadi 3.000 orang secara bertahap.
Meski belum difinalisasi dalam bentuk aturan tertulis, keputusan ini telah disepakati secara prinsip antara KementeriannKebudayaan dengan PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko selaku pengelola.
Komisaris Utama PT TWC Kacung Marijan menyebut, penambahan jumlah pengunjung ini masih dalam tahap uji coba. "Jumlah finalnya masih dibahas, yang jelas tidak boleh berlebihan dan harus tetap memperhatikan kelestarian Candi Borobudur," ujarnya di Candi Borobudur beberapa hari lalu.
Menurut Kacung, aspek konservasi tetap menjadi prioritas utama. Penambahan ini hanya akan dilakukan bila tidak mengancam struktur dan kelestarian candi, mengingat usia dan kondisi bangunan yang rentan. Karena itu, pengaturan kunjungan akan dirancang secara ketat, termasuk penghitungan ambang batas jumlah kunjungan per jam.
Dia menyebut, penambahan kuota ini, kata Kacung, bukan semata membuka keran wisata. Tetapi juga mengelola warisan budaya secara berkelanjutan. "Kita tetap pada prinsip kehati-hatian. Yang penting itu pengaturan waktu dan ritmenya, bukan hanya soal total angka," tegas Kacung.
Rencana ini disambut antusias oleh para pelaku pariwisata di kawasan Borobudur. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Magelang Usep Syarifudin menilai, penambahan kuota ini sebagai angin segar yang dinantikan sejak lama. Terutama setelah pandemi dan pengetatan akses ke zona inti candi.
Menurutnya, animo masyarakat untuk bisa naik ke Candi Borobudur sangat besar. "Uji coba penambahan kuota ini tentu membawa dampak positif, baik untuk sektor penginapan, makanan, hingga UMKM di sekitar Borobudur," kata Usep saat dihubungi Senin (28/7).
Dia mengatakan, peningkatan jumlah kunjungan praktis langsung berdampak pada peningkatan lama tinggal wisatawan dan konsumsi di sektor pendukung, yang pada akhirnya menggerakkan ekonomi lokal. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita