Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Distanpangan Kembangkan Tiga Varietas Tembakau Lokal Unggulan, Bagian dari Memurnikan Kembali Benih Tembakau Asli Magelang

Naila Nihayah • Selasa, 29 Juli 2025 | 04:30 WIB

 

MANUAL: Warga di lereng Gunung Andong menjemur atau mengeringkan daun tembakau di depan rumahnya.
MANUAL: Warga di lereng Gunung Andong menjemur atau mengeringkan daun tembakau di depan rumahnya.
 

MUNGKID - Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Magelang tengah berupaya membangkitkan kembali kejayaan tembakau lokal. Satu langkah strategis yang ditempuh adalah menyiapkan stok benih dasar tiga varietas tembakau khas Magelang untuk musim tanam mendatang.

Ketiga varietas tersebut antara lain Gombel Sembung, Grompong Ulir, dan Sampurna Ulir. Ketiganya telah resmi dijadikan sebagai varietas milik Pemkab Magelang oleh Kementerian Pertanian pada 2024 lalu. Peresmian itu menjadi penanda penting dalam upaya pemurnian dan pelestarian tembakau lokal yang pernah menjadi komoditas unggulan wilayah ini.

Kepala Bidang Perkebunan Distanpangan Kabupaten Magelang Widiarto Tri Saksono menyebut, benih dasar saat ini sedang diproduksi di tiga lokasi. Yakni dua titik di Kecamatan Pakis dan satu titik di wilayah Windusari.

Pengembangan dilakukan bersama Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Pemanis dan Serat Malang, lembaga yang juga mengawal proses penelitian dan pelepasan varietas.

Dia menjelaskan, proses pelepasan benih unggulan ini membutuhkan waktu hingga empat tahun. Dimulai dari tahap eksplorasi genetik dan dilanjutkan dengan uji multilokasi (UML) di sembilan lokasi berbeda. Uji ini mencakup lahan dataran rendah hingga tinggi. “Guna memastikan ketahanan dan stabilitas performa tanaman,” bebernya saat ditemui di kantornya Senin (28/7).

Upaya ini, merupakan bagian dari langkah panjang untuk memurnikan kembali benih tembakau asli Magelang. Dulunya dikenal luas karena mutu dan daya tahan tanaman. "Tahapan itu seperti riset ilmiah. Kami didampingi langsung peneliti dan pengawas benih dari balai di Malang," jelasnya.

Dalam proses eksplorasi, ditemukan 13 varietas lokal. Enam di antaranya diajukan ke Kementerian Pertanian. Namun, hanya tiga varietas yang lolos verifikasi dan akhirnya dilepas, yakni Gombel Sembung, Grompong Ulir, dan Sampurna Ulir.

Keunggulan dari ketiga varietas ini cukup signifikan. Seperti tahan dari penyakit, hujan, hingga kekeringan. Karakteristik itu dinilai cocok untuk kondisi geografis Kabupaten Magelang yang sebagian besar merupakan lahan pegunungan dengan musim kemarau panjang.

Saat ini, distanpangan memastikan stok benih tembakau tersedia dan bisa dimanfaatkan petani. "Saat tanaman lain kesulitan tumbuh karena kekeringan, tembakau masih bisa bertahan," paparnya.

Dia berharap, program ini tidak hanya menjawab kebutuhan musim tanam. Tetapi juga membuka jalan menuju revitalisasi komoditas tembakau sebagai kekuatan ekonomi lokal yang berkelanjutan. (aya/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#lokal #Kabupaten Magelang #Pemkab Magelang #uji multilokasi #musim tanam #lokasi #varietas #tanaman #Grompong Ulir #Gombel sembung #Kementerian Pertanian #tembakau #sampurna ulir #Distanpangan #Dinas Pertanian dan Pangan #komoditas #Unggulan