Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Upaya Lawet Boxing Camp Atasi Kenakalan Remaja di Kebumen dengan Tinju Bebas

Muhammad Hafied • Minggu, 27 Juli 2025 | 15:15 WIB
FOKUS LATIHAN: Lawet Boxing Camp membuka ruang bagi remaja untuk ikut berlatih tinju. Hal ini dilakukan agar para remaja tidak terjerumus ke perilaku negatif.
FOKUS LATIHAN: Lawet Boxing Camp membuka ruang bagi remaja untuk ikut berlatih tinju. Hal ini dilakukan agar para remaja tidak terjerumus ke perilaku negatif.

JAWA TENGAH - Maraknya aksi tawuran antar remaja menjadi keprihatinan tersendiri bagi Puji Tato. Warga Desa Kawedusan, Kecamatan Kebumen ini kemudian berinisiatif membentuk wadah tinju bebas. Bahkan, dia rela menyulap rumahnya menjadi ring tinju untuk menyalurkan emosional para remaja agar terhindar dari segala bentuk anarkisme.

Tak disangka, niat baiknya ini direspons positif anak-anak muda untuk ikut berlatih tinju. Sebagian dari mereka adalah yang pernah terlibat aksi kekerasan jalanan, seperti tawuran dan balap liar. Kemudian lahirlah ruang baru untuk menekan angka kenakalan remaja bernama Lawet Boxing Camp. "Ikut perihatin, lihat anak muda bawa senjata tajam (sajam) buat tawuran. Maka kami buat kegiatan positif. Langsung di ring tinju," katanya kepada Radar Jogja Jumat (25/7).

Lawet Boxing Camp sengaja didirikan para mantan atlet dan pegiat olahraga bela diri yang cukup peduli terhadap kenakalan remaja. Mereka melihat masih banyak anak muda terjerumus ke jurang anarkisme. Kondisi ini tidak terlepas karena faktor belum adanya wadah khusus untuk menyalurkan energi dan emosi secara positif bagi remaja. "Setiap sore kami latihan. Terbuka bagi siapa pun yang mau gabung," bebernya.

Oleh karena itu, komunitas tinju bebas ini hadir sebagai alternatif agar generasi muda terhindar dari perilaku menyimpang, utamanya kekerasan jalan. Lawet Boxing Camp dibentuk dengan mengusung konsep pelatihan fisik dan teknik kemampuan bela diri. Tentunya dengan pembinaan dan pengawasan dari pelatih berpengalaman.

Di satu sisi juga menjadi ruang pembinaan karakter karena di dalamnya terdapat nilai disiplin sekaligus persahabatan. Wadah kalangan remaja yang baru ramai setahun terakhir ini juga juga memperhatikan pendekatan psikologis dan sosial.

Para remaja yang bergabung diarahkan untuk mengedepankan rasa empati, percaya diri, sportivitas, solidaritas hingga kemampuan mengelola emosi. "Cita-cita besar kami, bukan cuma mengatasi kenakalan remaja, tapi juga muncul atlet tinju berprestasi," sambungnya.

Bertempat di Gang Srandil, Desa Kawedusan, Lawet Boxing Camp hampir setiap hari selalu ramai didatangi remaja usia sekolah. Tidak kurang dari 12 anak muda ikut bergabung untuk berlatih tinju. Mereka dibentuk untuk menjadi atlet berprestasi.

Puji mengatakan, Lawet Boxing Camp ingin menunjukkan bahwa olahraga dapat sebagai sarana menjauhkan remaja dari perilaku negatif. Caranya melalui pembinaan dan latihan fisik secara terukur serta penguatan karakter. (fid/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Lawet Boxing Camp #tinju #kebumen #tawuran #Kenakalan Remaja #Bela Diri #Desa Kawedusan