MAGELANG - Pemkot Magelang menghelat Magelang Fair 2025 sebagai bentuk komitmen memperkuat sektor ekonomi kerakyatan. Sekaligus menjadi ajang untuk menunjukkan etalase potensi daerah.
Bertempat di Alun-Alun Kota Magelang, kegiatan ini berlangsung selama mulai 1-5 Juli. Harapannya mampu menjadi katalis penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar bisa menembus pasar nasional bahkan ekspor.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menekankan, Magelang Fair tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal. Namun juga bagian dari strategi besar Pemkot Magelang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.
Magelang Fair 2025 menghadirkan berbagai produk unggulan dari UMKM lokal, mulai dari kuliner, kriya, fashion, produk herbal, hingga inovasi digital. Selain pameran produk, event ini juga dirangkai dengan kegiatan pendukung seperti workshop, coaching clinic ekspor, demo produk, dan pertunjukan seni budaya lokal. Tujuannya mengedukasi sekaligus menarik minat pengunjung.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Hubungan Antarlembaga, Kementerian Koperasi dan UKM Sudaryano Rahmanlifman Lamangkona mengatakan, saat ini jumlah UMKM di Indonesia telah mencapai sekitar 60 juta unit usaha, yang menyumbang 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan menyerap 97 persen tenaga kerja secara keseluruhan. Hal ini menjadikan UMKM bukan sekadar sektor alternatif, melainkan fondasi utama ekonomi bangsa.
"Dalam kondisi dunia yang penuh ketidakpastian akibat perang militer dan konflik dagang, UMKM justru menjadi kekuatan yang paling tangguh dan adaptif," katanya. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita